Viral Foto Sejumlah Pasien Corona Salat, Ini Kata Perawat

gomuslim.co.id - Foto sekumpulan pasien positif virus corona (COVID-19) di Malaysia yang sedang ibadah salat viral di media sosial. Foto tersebut menyentuh emosi petugas kesehatan yang berada di garda depan selama pandemi corona.

Foto ini pertama kali diunggah oleh perawat yang bernama Rabiatul Adawiyah Mohd. Menurutnya para pasien positif corona ini merupakan pelajar tahfiz, bukan jamaah tabligh di Masjid Jamek Sri Petaling.

“Walaupun ada gelak ketawa, ada waktu main dan bergurau tapi kebanyakan mereka menghabiskan waktu untuk membaca Alquran, berzikir dan salat,” ungkapnya seperti dilansir dari publikasi mStar, Jumat (3/4/2020)

 

Baca juga:

Ikut Rapat Online Wantim MUI, Dokter Idrus Paturusi yang Positif Virus Corona Sampaikan Pesan Penting

 

Wanita yang akrab disapa Cikmisibiey ini mengatakan ada 12 pelajar tahfiz yang positif corona dengan usia antara 13 sampai 26 tahun. Pelajar tahfiz ini memiliki kontak kepada guru mereka yang menghadiri perhimpunan tabligh dan positif corona.

“Walaupun kami berjuang dengan baju yang berlapis-lapis (peralatan perlindungan diri/PPE) tapi ketika memasuki ruangan ini merasa tenang ketika mereka tak henti-hentinya membaca alquran dan berzikir. Walaupun dalam keadaan begitu, mereka datang membawa alquran dan salat berjemaah meskipun dengan jarak satu meter,” tulis Cikmisibiey.

Perawat yang telah memiliki pengalaman kerja sembilan tahun ini pun mengungkapkan momen paling berkesan baginya apabila mendengar laungan azan pelajar tahfiz sebelum mereka salat berjamaah. 

“Saya sampai menangis mendengar lantunan adzan mereka. Terasa diri ini kerdil, mementingkan dunia sedangkan mereka fokus dengan tanggungjawab sebagai seorang muslim” katanya

Ibu dua anak ini menjelaskan postingan fotonya itu dibuat supaya kisah mereka dijadikan pelajaran oleh masyarakat. "Alhamdulillah pengalaman bekerja dan merawat pelajar tahfiz ini luar biasa," katanya

 

Baca juga:

Baru 13 Tahun, Siswa Muslim Inggris Ini Jadi Korban Meninggal Termuda Akibat COVID-19

 

Menurut Cikmisibiey, ada hikmah di sebalik mereka diuji dan jelas kesabaran menjadi pegangan hidup mereka apabila masih mampu tersenyum meskipun dikarantina. 

“Setiap kali masuk ruangan ini, kami mendukung mereka dan memberitahu Insya Allah virus dalam tubuh mereka akan negatif. Antibodi dalam badan akan berjuang melawan virus yang ada," tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa ada pasien yang sudah dibolehkan pulang ke rumah, tapi sebagian pelajar bergurau ingin tetap disini karena “kakak baik-baik”. "Kami sudah anggap mereka sebagai adik-adik kami. Alhamdulillah, tugas kami menjaga dan merawat pasien para pelajar tahfiz ini dipermudah. Kami terharu kerana dapat menjaga insan-insan yang memuliakan Allah SWT,” pungkasnya. (Mr/Mstar)


Back to Top