Hikmah Karantina Corona, Gadis Ini Belajar Ibadah Lagi Setelah Puluhan Tahun Tidak Salat

gomuslim.co.id - Ada hikmah dibalik wabah COVID-19 yang melanda dunia saat ini. Salah satunya seperti kisah seorang gadis yang baru pulang dari Eropa ini. Gadis bernama Nur Rashima Murat (27) itu harus mengkarantina diri selama dua minggu untuk menghindari penyebaran virus corona.

Namun, selama masa karantina, Nur Rashima Murat justru merasakan perubahan yang lebih baik. Pasalnya, masa karantina tersebut dia gunakan untuk kembali belajar salat yang sudah ditinggalkannya selama puluhan tahun.

 

Baca juga:

Begini Dukungan Suami Saat Lulu Tobing Perdalam Islam

 

Wanita yang akrab disapa Shima itu membagikan kisah tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Shima bercerita blak-blakan bahwa selama ini ia tidak pernah melaksanakan salat meski beragama Islam.

“Jujurnya, sepanjang saya hidup 26 tahun, saya tak pernah sekali pun salat atau mengaji. Bukan ibu bapak tak mengajarkan, tapi saya sendiri yang belum mau belajar salat,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi mStar, Selasa (7/4/2020).

Shima mengunggah foto sajadah berwarna biru dengan banyak kertas berjejer di atasnya. Kertas-kertas itu berisi tulisan bacaan salat yang sedang dihafalkan oleh Shima.

Dia mengakui selepas itu dia tetap mengalami kesulitan untuk menunaikan salat sebanyak lima kali sehari. “Mula-mula itu susah juga. Saya hanya salat Isya dan Subuh. Saya belajar pada waktu malam ketika semua orang sudah tidur," katanya. 

Setelah pulang ke Singapura selepas bercuti di Eropa pada awal bulan lalu, Shima diwajibkan untuk menjalani karantina di rumah sebagai langkah-langkah pencegahan COVID-19. Sepanjang dua minggu itu, Shima memanfaatkan waktunya untuk belajar salat secara serius.

“Saya banyak meninggalkan salat dan inilah waktu untuk memperbaiki salat saya. Saya hanya duduk di rumah selama karantina dan serius untuk belajar salat. Saya rasa kalau bukan karena wabah COVID-19 dan karantina diri ini, saya mungkin tetap malas dan tak mau belajar salat. Kejadian ini membuka mata saya. Alhamdulilah sekarang saya dapat salat dengan tenang. Saya tak pakai catatan itu lagi sebab sudah hafal. Saya hanya membutuhkan waktu sehari untuk hafal semua,” paparnya.

Shima yang merupakan anak ketiga dari lima bersaudara mengaku bersyukur telah selesai menjalani karantina di rumah selama dua minggu tanpa mengalami gejala dan ia sehat sepenuhnya.

 

Baca juga:

Fasilitasi Mualaf Belajar Salat, KMII Jepang Buka Kelas Islamzemi Intensif

 

“Saya juga gembira dapat membantu kawan yang sebelumnya pun tak pernah salat lima waktu. Sekarang saya lihat dia salat di depan mata saya. Dia juga berhasil melakukannya. Sekarang saya sadar, ini sebuah kewajiban dan saya tidak akan lagi meninggalkan salat,” ujar Shima

Shima berharap postingannya itu dapat dijadikan pelajaran bagi orang lain. Bahwa setiap manusia tidak lepas dari membuat kesalahan, namun tidak malu untuk memperbaikinya. “Saya harap mereka tidak malu untuk belajar salat walaupun umur tua. Belajar salat dengan cara atau sesusah apapun kerana saya percaya suatu hari nanti semua usaha ini bernilai ibadah. Insya Allah dosa kita dapat diampun oleh-Nya,” katanya. (Mr/mStar)


Back to Top