Menkes Saudi Jelaskan Alasan Lockdown, 200 Ribu Warga Terancam Corona

gomuslim.co.id – Arab Saudi menjadi satu dari sekian Negara yang mengambil lockdown di seluruh kota besar guna mencegah penyebaran COVID-19. Kerajaan punya alasan penting dibalik keputusan besar itu. Salah satunya karena adanya kemungkinan 200.000 warga terancam terpapar virus corona dalam beberapa pekan ke depan.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, dr. Taufiq Al-Rabi’ah, mengatakan angka tersebut merupakan hasil penelitian empat studi yang dilakukan oleh para ahli dan peneliti nasional Saudi dan internasional.

“Angka kasus ini cenderung melihat peningkatan yang konstan daripada penurunan. Dalam beberapa minggu ke depan, penelitian memperkirakan jumlah infeksi akan berkisar dari minimal 10.000 hingga maksimum 200.000," kata Al-Rabiah seperti dilansir dari publikasi Saudi Press Agency (SPA), Rabu (8/4/2020).

Hal demikian terjadi, jika warga Saudi tidak patuh dengan peraturan jam malam yang melarang adanya perkumpulan massa dan keluar rumah. Tetapi jika warga berkomitmen mentaati curfew, ini pun diperkirakan minimal 10 ribu kasus coronavirus akan terdampak di Kerajaan.

Untuk itu, keputusan Raja Arab Saudi yang bersesuaian dengan permintaan Kemenkes, berupa larangan keluar rumah, merupakan kebijakan yang paling tepat untuk menghindari dampak yang lebih besar.

Menteri menambahkan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk bekerja sama dengan instruksi pemerintah dan tindakan pencegahan untuk membatasi jumlah infeksi.

 

Baca juga:

Bayi Laki-Laki yang Terpapar COVID-19 di Saudi Ini Akhirnya Sembuh

 

"Tidak ada keraguan bahwa komitmen kami untuk instruksi dan prosedur, secara keseluruhan mengurangi jumlah kasus menjadi minimum, sementara ketidakpatuhan akan menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah kasus," katanya.

"Kami berdiri hari ini di saat yang menentukan sebagai masyarakat dalam meningkatkan rasa tanggung jawab kami dan berkontribusi bersama dengan tekad untuk menghentikan penyebaran pandemi ini," tambahnya.

Sementara itu, Kabinet Arab Saudi juga menegaskan perlunya masyarakat untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan dan mengambil pandemi secara serius. Dewan menteri mengatakan langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk mengurangi kontak hingga 90 persen.

Pada Selasa (7/4/2020), Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan bahwa ada total 2.795 kasus yang dikonfirmasi dan jumlah kematian akibat virus di Kerajaan mencapai 41.

Jam malam dan penguncian 24 jam telah diberlakukan di kota-kota Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran dan Al-Hofuf dan di gubernur kota Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar dalam upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19

Pekan lalu, Raja Salman mengeluarkan dekrit yang memerintahkan perawatan tersedia bagi siapa saja yang membutuhkan perawatan medis, termasuk orang-orang yang telah memperpanjang masa tinggal visanya di Kerajaan. (jms/spa)

 

Baca juga:

Restoran Ayam di Saudi Ini Bagikan 10 Ribu Paket Makanan Gratis Selama Lockdown

 

 

 


Back to Top