Petugas Damkar Muslim Ini Positif COVID-19 Setelah 3 Pemuda Yahudi Sengaja Bersin

gomuslim.co.id – Seorang muslim yang berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran (damkar) di New York, Omar Sattar (33) dinyatakan positif COVID-19. Bukan tanpa alasan, Omar Sattar positif corona sembilan hari setelah tiga remaja Yahudi dengan sengaja bersin kepadanya.

Hal itu diungkapkan Letnan Kasey Koslowski dari Engine Co. 282 kepada Thomas Richardson, Kepada Operasi Departemen melalui sebuah surat. Isi surat tersebut mengisahkan bahwa Sattar positif terkena COVID-19 akibat perbuatan tiga orang remaja yang sengaja bersin. 

"Ketika petugas pemadam kebakaran menanggapi panggilan di 47th Street dan Fort Hamilton Parkway, Sattar didekati oleh tiga remaja Yahudi Hasid. Ketiganya mengejek Sattar dan bertanya apakah dia (Sattar) takut dengan virus corona. Setelah upaya berulang kali untuk menjaga jarak dari anak-anak lelaki itu, salah satu dari mereka bersin ke wajah Sattar dan mereka pun lari," tulis Koslowski seperti dilansir dari publikasi 5Pillars, Kamis (9/4/2020).

 

Baca juga:

150 Anggota Kerajaan Disebut Terpapar COVID-19, Raja Salman Isolasi Diri ke Pulau

 

Setelah kejadian itu, Sattar pun mulai mengalami gejala flu selama empat hari. Ia lantas diperiksa dan menjalani tes COVID-19 setelah mengambil cuti sakit pada 24 Maret. Lalu pada 27 Maret, Sattar dinyatakan positif COVID-19.

“Meskipun kita tidak akan dapat mengetahui apakah hasil tes COVID-19 positif ini adalah hasil langsung dari insiden sebelumnya, apa yang kita tahu adalah terus kurangnya pengabaian oleh warga Taman Borough untuk keadaan kebijakan darurat,” lanjut Koslowski.  

Surat tersebut juga menuliskan bahwa kebijakan lockdown dan social distancing harus mendapatkan perhatian khusus dan membutuhkan upaya kumulatif bagi semua orang guna mencegah penyebaran virus yang bisa merenggut nyawa manusia. Termasuk pada penghuni Taman (Borough).

Meski demikian, sebagian kecil orang Yahudi Hasid di New York telah mempermainkan pedoman sosial yang menjauhkan mereka di tengah pandemi yang mematikan itu.

Secara khusus, satu insiden semacam itu termasuk orang Yahudi Hasid berkumpul di Brooklyn untuk pemakaman seorang rabi yang meninggal karena virus corona. Komunitas agama melanggar aturan jarak sosial dan mengadakan setidaknya dua pemakaman penuh sesak di jalan-jalan Brooklyn pada hari Minggu.

Polisi setempat telah mencoba membubarkan kerumunan dengan memerintahkan para peserta untuk meninggalkan daerah itu menggunakan pengeras suara. Lingkungan ortodoks dipahami berisiko lebih tinggi tertular virus karena komunitasnya yang dekat, menurut pihak berwenang. (mga/5Pillars)

 

Baca juga:

Sempat Tertahan di Saudi Akibat Lockdown, 58 Jemaah Umrah Asal Indonesia Pulang Hari Ini


Back to Top