Restoran Palestina di London Sediakan Makanan untuk Petugas Medis Hingga Keamanan 

gomuslim.co.id - Sebuah restoran Palestina di London menjual makanan setengah harga untuk para pejuang garda terdepan dalam melawan virus corona. Tawaran restoran bernama Hiba Express tersebut ditujukan untuk National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional, Layanan Transportasi London, dan staf Kepolisian Metropolitan di ibukota Inggris.

 

Baca juga:

Lembaga Medis Islam di Inggris Beri Pelatihan Gratis untuk Mahasiswa Kedokteran NHS

 

“Kami memutuskan bahwa mereka yang mendapat manfaat dari layanan kami adalah tentara di garis depan, pekerja kritis,” ucap Osama Qashoo, pendiri bisnis yang dikelola oleh keluarganya seperti dilansir dari Arab News, Ahad (12/4/2020).

Qashoo menuturkan restoran miliknya tersebut telah berubah dari bisnis menjadi penyedia bantuan kemanusiaan untuk mereka yang membutuhkan di saat terjadi pandemik di London.

“Kami pergi ke rumah sakit dengan mengikuti aturan pencegahan, kemudian kami mendistribusikan makanan. Kami memasak untuk mereka yang lelah,” tambahnya.

Mereka melakukan hal ini karena semata-mata ingin membantu para pejuang di garda depan. Apalagi mereka sendiri sudah tak asing dengan situasi lockdown.

“Kami dari Palestina, di mana situasi lockdown sudah sangat akrab. Kami di-lockdown dan dikepung selama bertahun-tahun,” terang Qashoo.

Qashoo juga menuturkan bahwa timnya bekerja secara sukarela dan tidak mendapat imbalan. “Tim saya sangat mulia. Kita semua datang dari dataran Arab-Aljazair, Maroko, Irak, Tunisia, Palestina, dan Yordania. Kami memberikan waktu secara gratis dan sukarela. Kami menganggap hal ini sangat serius dan kami tidak menerima imbalan apapun,” tambahnya.

 

Baca juga:

Baru 13 Tahun, Siswa Muslim Inggris Ini Jadi Korban Meninggal Termuda Akibat COVID-19

 

Sementara bisnis lain berfokus untuk menimalisir kerugian finansial, Hiba Express justru mengutakan kontribusi mereka untuk masyarakat di masa-masa sulit seperti ini.

“Sangat menyenangkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu. Sangat bermanfaat karena menjadi bagian dari komunitas ini. Saya sangat bangga dapat menggunakan pengalaman sulit yang pernah kami alami untuk membantu di London,” tuturnya.

Inggris merupakan salah satu negara dengan kasus positif virus corona terbanyak di Eropa setelah Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis. Setidaknya terdapat lebih dari 65.000 kasus dengan total kematian 9.000 lebih kasus. (Mr/arabnews)


Back to Top