Menteri Urusan Islam Arab Saudi: Salat Tarawih di Rumah Jika Pandemi COVID-19 Berlanjut

gomuslim.co.id – Pemerintah Arab Saudi menegaskan keputusan penundaan salat berjamaah di masjid akan terus berlaku, jika pandemi coronavirus (COVID-19) belum mereda. Hal ini disampaikan Menteri Urusan Islam, Panggilan dan Bimbingan, Sheikh Dr. Abdullateef Bin Abdulaziz Al-Asheikh dalam acara ‘MBC fil Usbu’I’, Sabtu (11/4/2020).  

Pada kesempatan tersebut, Al-Asheikh memastikan bahwa salat tarawih tidak akan dilaksanakan di masjid pada Ramadhan tahun ini jika COVID-19 masih ada.

“Tidak akan didirikan salat tarawih di masjid-masjid selama bulan Ramadhan, kecuali telah hilang wabah ini (virus corona),” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazzate, Senin (13/4/2020).

Dia juga menekankan bahwa penutupan masjid untuk salat fardhu jauh lebih penting daripada untuk salat tarawih. Seperti diketahui, saat ini seluruh masjid di Arab Saudi ditutup untuk pencegahan virus corona, kecuali Masjidil Haramaian, Makkah dan Madinah.

Al-Asheikh berdoa kepada Allah SWT agar pandemi segera lenyap. Dia juga memohon kepada Allah SWT agar menerima semua salat tarawih Muslim, baik yang dilakukan berjamaah di masjid atau di rumah.

 

Baca juga:

Tekan Penyebaran COVID-19, Saudi Perketat Pengawasan Terhadap Kurir Makanan

 

Dalam wawancara MBC-nya, ia merujuk pada pembentukan Komite Ilmu Syariah tentang Pandemi Coronavirus, sebagai bagian dari upaya kementerian untuk melawan pandemi ini. Dia juga berbicara tentang bagaimana melakukan doa pemakaman setelah penutupan sementara masjid.

"Hal yang perlu dilakukan adalah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan menyerahkan (tawakal) kepada Allah SWT, semua orang harus mematuhi arahan yang dikeluarkan oleh otoritas yang kompeten," tegasnya.

Menurutnya, apa yang dikeluarkan oleh otoritas terkait adalah melarang bersosialisasi karena ada bukti yang jelas tentang efek buruk dari berbaur.

Ia juga menekankan saat pemakaman jenazah seharusnya tidak harus menghadirkan banyak orang sehingga membuat orang berkerumun. Sebagian dapat melakukannya di rumah masing-masing. “Jika ada yang ingin mendoakan jenazah, ia bisa melakukannya di rumah," tuturnya.

Al-Asheikh menjelaskan alasan pembentukan Komite Ilmu Syariah tentang Pandemi Coronavirus adalah Kerajaan mengeluarkan arahan kepada semua otoritas pemerintah dan kementerian untuk melaksanakan apa yang bermanfaat dalam melawan dan memberantas pandemi ini dari Kerajaan, Negara muslim dan seluruh dunia.

Sementara itu, Mufti ‘Aam Arab Saudi, Syaikh Abdulaziz Al Syaikh menyeru kepada kaum muslimin untuk memohon kepada Allah dan istighfar, serta memperbanyak amal shaleh.

Amal shaleh dengan sedekah, memberikan makan, melonggarkan kesulitan orang lain, mendirikan shalat malam, dan memperbanyak ibadah sunnah. Dengan itu semua, berharap kepada Allah agar mengangkat bala dari seluruh wabah virus corona. (jms/saudigazzate)

 

Baca juga:

Pangeran Saudi Jawab Tuduhan 150 Keluarga Kerajaan Positif COVID-19


Back to Top