Profesor Universitas Newcastle: Wudhu Kurangi Kemungkinan Terinfeksi Virus Corona

gomuslim.co.id - Para tokoh dan ilmuan dunia termasuk Indonesia meyakini syariat Islam dapat mencegah pencegah virus corona. Salah satu ajaran Islam yakni berwudhu, bersuci sebelum melaksanakan salat lima waktu.

Umat Muslim memang diharuskan berwudhu untuk menghilangkan najis. Dengan berwudhu secara otomatis setiap orang membersihkan anggota tubuh dan kulitnya. Seperti menjaga kebersihan mulut, hidung, telinga, tangan, wajah hingga kedua kakinya. Praktik wudhu sebelum salat wajib lima kali sehari mungkin memainkan peran utama dalam mencegah penyebaran virus corona baru pada Muslim Inggris.

 

Baca juga:

Wabah Corona Kian Masif, Ternyata Ini Esensi Rohani dari Wudhu

 

Menurut sebuah laporan baru-baru ini oleh Profesor Richard Webber dari Universitas Newcastle dan mantan politisi Partai Buruh Trevor Phillips, umat Islam di Inggris mungkin berisiko lebih rendah terhadap virus corona yang mematikan karena mereka membersihkan diri lima kali sehari melalui wudhu.

Keduanya menilai, melakukan Wudhu lima kali sehari dan sering mencuci tangan mungkin telah menyelamatkan banyak Muslim dari kontrak COVID-19. Lapangan kerja yang rendah, terutama wanita Muslim, juga mungkin berkontribusi dalam mengendalikan penyebaran virus di daerah-daerah di mana ada lebih banyak Muslim. Hanya 29% wanita Muslim Inggris yang dipekerjakan, menurut Young Foundation.

“Berwudhu lima kali sehari dan sering mencuci tangan mungkin telah menyelamatkan banyak Muslim dari ancaman corona COVID-19. Terutama bagi daerah-daerah yang dihuni oleh umat Muslim, karena mereka rajin salat dan berwudhu,” kata Profesor Richard Webber seperti dilansir dari publikasi Thenews, Senin (27/4/2020).

Sebagai contoh wilayah Tower Hamlets, dihuni lebih dari sepertiga populasi Muslim dan menjadi zona merah corona COVID-19, dengan 548 kasus COVID-19, dibandingkan dengan 859 di Newham, dan 1.075 di Southwark di seberang sungai.

 

Baca juga:

Hadapi Corona, UAS Ajak Umat Islam Jaga Kebersihan dan Perbanyak Istighfar

 

Mengejutkannya lagi, kedua wilayah tersebut memiliki proporsi etnis minoritas yang tinggi. Tetapi lebih sedikit Muslim daripada wilayah Tower Hamlets. Meskipun tidak dapat dipastikan apakah kebiasaan berwudhu ini telah melindungi seseorang dari virus, data menunjukkan bahwa umat Muslim tidak banyak yang tertular virus corona COVID-19 di Inggris. Sementara statistik resmi menunjukkan bahwa kelompok masyarakat lainnya lebih berisiko tertular virus corona.

"Mungkin ada wahyu yang bisa didapat di sini, jika salah satu kunci untuk menghentikan penularan virus adalah mencuci tangan, mungkin sebuah komunitas Muslim selalu berwudhu lima kali sehari memiliki risiko lebih rendah tertular virus," ungkapnya. 

"Dan apakah kelompok etnis di mana hampir 40 persen tidak aktif secara ekonomi, dan karena itu tidak secara teratur menggunakan transportasi umum, misalnya - hanya menggarisbawahi nilai perlindungan isolasi sosial?" lanjutnya dalam laporan tersebut. (Mr/thenews/okezone)


Back to Top