#TahunBaru1441H

Muharram Jadi Momen untuk Muhasabah Diri

gomuslim.co.id - Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Subhanahu Wata'alla berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram, Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. At Taubah: 36)"

Imam al-Qurthubi berpendapat dalam tafsirnya bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa larangan berbuat zalim dalam ayat tersebut (falaa tazhlimuu fiihinna anfusakum) dikhususkan hanya di bulan-bulan haram saja dalam rangka untuk menghormati dan memuliakan bulan-bulan itu. Meskipun, larangan berbuat zalim juga berlaku untuk setiap waktu, tidak hanya di empat bulan itu saja.

Karena itulah, ada juga yang berpendapat kalau ungkapan falaa tazhlimuu fiihinna anfusakum ini berlaku di seluruh bulan. Demikian menurut pendapat Ibn Abbas dan seorang mufasir kontemporer, Abdurrahman al-Sa’di.

 

Keutamaan Bulan Muharram

Kata Muharram artinya 'dilarang. Sebelum datangnya ajaran islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat jahiliyah terdahulu.

Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika islam datang, kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Ibn Rajab al-Hanbali menyajikan pendapat bahwa para ulama sebenarnya berbeda pendapat bulan apa yang paling utama. Pendapat yang mengatakan kalau bulan Muharam adalah bulan yang paling utama, adalah pendapat al-Hasan al-Bashri.

Ia mengatakan: “Sesungguhnya Allah Swt. membuka tahu dengan bulan “haram” dan menutupnya juga dengan bulan “haram”. Maka tidak ada bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadan di setiap tahun kecuali bulan Muharam.”

Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 12 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Kaum Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian setelah itu, Rasulullah SAW menetapkan puasa pada tanggal 12 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah.

Puasa 12 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa ramadhan.

Rasulullah SAW. bersabda: "Dari Abu Hurairah RA. berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam. (HR. Muslim)

Selain itu, dalam hadist lain di jelaskan: “Saya tidak pernah melihat Nabi Shallallahu'alaihi wassallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari asyura. Dan puasa dibulan Ramadhan,"(HR. Bukhari dan Muslim).

Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 12 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 12, atau 12 dan 11.

Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari Asyura, para sahabat berkata: "itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang yahudi dan nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut," (HR. Muslim).

Kemudian, Al-Nasa’i dalam kitab hadisnya bernama al-Sunan (lazim disebut al-Sunan al-Nasa’i) mencantumkan riwayat dari Abi Dzar al-Ghiffari yang pernah bertanya kepada Nabi saw:

Malam apa yang paling baik, dan bulan apa yang paling baik ?” Nabi saw. menjawab: “waktu terbaik di waktu malam adalah akhir malam (sepertiga terakhir malam) dan bulan terbaik adalah “bulan Allah” yang kalian sebut sebagai Muharram.”

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu, salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah SAW dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah.

Bulan Muharram merupakan bulan menuju perbaikan diri setelah penempaan pada bulan Ramadhan. Disini efektivitas tindak-tanduk kita selama Ramadhan, apakah semakin baik dari bulan-bulan sebelum ramadhan atau malah sebaliknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu memperbaiki diri dan berusaha menjadi terbaik di dunia dan di akhirat. Aamiin yaa Robbal'alamiin. Walallahualam bissawab. (hmz/gomuslim)

Sumber: academia, annisaummi, madani, Kitab Riyadush Shalihin, Kumpulan Hadist Bukhari dan Muslim


Back to Top