#PanduanIbadah

Begini Tata Cara Mandi Wajib

gomuslim.co.id - Mandi artinya adalah meratakan air ke seluruh tubuh. Disebut mandi wajib karena mandi ini diwajibkan bagi kaum muslimin yang junub agar kembali suci dari hadats besar.

Hal tersebut berdasarkan Firman  Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Dan jika kamu junub, maka mandilah (QS. Al Maidah: 6)

Selanjutnya,  Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Mazhab menjelaskan bahwa pengertian mandi secara istilah adalah mengalirkan air thahur (suci dan mensucikan) pada seluruh tubuh dengan cara tertentu.

Adapun, ada enam perkara yang membuat seseorang wajib mandi.

Pertama, keluarnya mani disertai syahwat baik pada saat tidur maupun terjaga.

Ada pun jika ia keluar karena sakit atau cuaca dingin, maka tidak wajib mandi. Hal ini pernah terjadi di zaman sahabat. Seseorang bertanya kepada sejumlah sahabat, ia mengadukan bahwa dirinya kadang keluar air memancar saat buang air kecil. Thawus, Saad bin Jubair dan Ikrimah menanyakan apakah air yang memancar itu adalah air yang menjadi asal kejadian anak. Begitu dijawab iya, mereka menyuruh laki-laki itu untuk mandi wajib. Namun begitu didengar Ibnu Abbas, ia meralat fatwa mereka karena keluarnya air tersebut tidak disertai syahwat dan tidak membuat lesu.

“Itu hanya karena pengaruh cuaca dingin, Anda cukup berwudhu saja,” demikian fatwa Ibnu Abbas.

Kedua, hubungan suami istri. Maka baik suami maupun istri, keduanya wajib mandi baik “keluar” maupun tidak. Mandi wajib karena sebab pertama dan kedua ini disebut juga sebagai mandi junub, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Mushtofa Al Bugho dalam Fiqih Manhaji ‘ala Mazhab Syafi’i.

Ketiga, haid. Jika haid sudah berhenti, maka wajib mandi untuk menyucikan diri dari hadats besar.

Keempat, nifas. Jika nifas sudah berhenti, maka wajib mandi untuk menyucikan diri dari hadats besar.

Kelima, mati. Seorang muslim yang meninggal, ia wajib dimandikan.

Keenam, orang kafir yang masuk Islam. Ia wajib mandi sebagaimana hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah memerintahkan Tsumamah yang baru masuk Islam untuk mandi.

 

Tata Cara Mandi Wajib

Rukun mandi ada dua yakni niat dan membasuh seluruh anggota tubuh, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 6, sehingga, orang yang telah berniat mandi wajib dan kemudian membasuh seluruh tubuhnya dengan air, mandinya sudah sah.

 

Namun, Rasulullah mencontohkan tata cara mandi wajib yang di dalamnya terdapat banyak sunnah sebagai berikut:

1. Niat

Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar. Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa.

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Basuhlah tangan kiri dan bersihkan dengan tangan kanan. Pun sebaliknya, siram/basuhlah tangan kanan dan bersihkan dengan tangan kiri. Ulangi tiga kali.

Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali…” (HR. Muslim)

3. Mencuci kemaluan

Cuci dan bersihkan dari mani dan kotoran yang ada padanya serta sekitarnya.

4. Berwudhu

Ambillah wudhu sebagaimana ketika hendak shalat.

5. Membasuh rambut dan menyela pangkal kepala

Masukkan telapak tangan ke air, atau ambillah air dengan kedua telapak tangan (jika memakai shower), lalu gosokkan ke kulit kepala, lantas siramlah kepala tiga kali.

6. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh

Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan dibersihkan, termasuk lipatan atau bagian-bagian yang tersembunyi seperti ketiak dan sela jari kaki.

 

Niat Mandi Wajib

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan, menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat mandi wajib sebagai berikut:

 

(Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala.

 

Wallahu A’lam Bishowab…

 

Sumber: Fiqh Islam, Bersamadakwah, dbs.


Back to Top