Ini Panduan Rawat Diri yang Disunnahkan Rasulullah

gomuslim.co.id - Bagi setiap Muslim anjuran merawat diri merupakan hal yang wajib dilakukan, bahkan Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis bersabda:

"Fitrah manusia ada lima, yaitu dikhitan (disunat), mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan kaki), serta mencabuti bulu ketiak" (HR. Bukhari).

Berangkat dari sebuah pemahaman, bahwa semua yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. merupakan hal yang pasti sudah menjadi pengalaman hidup beliau, dan pasti  telah diamalkannya. Artinya, beliau begitu detail dalam menjaga kebersihan setiap anggota tubuhnya.

gomuslim telah merangkum lima hal dalam merawat diri yang dianjurkan Rasulullah Saw:

1.   Menggunting Kuku

Dari sekian banyak hadits tentang kebersihan anggota badan, dijelaskan dengan tegas bahwa anjuran membersihkan kuku tertulis dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw berkata kepada Abu Hurairah:

"Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya, setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang" (HR. Ahmad).

Kata yang disebut ‘setan mengikat’ bisa dimaknai banyak hal, bukan hanya berasal dari setan yang selalu menggoda manusia. Tetapi, lebih dari itu, setan yang mengikat, ialah jika kita mempunyai kuku yang sangat panjang, selain lebih banyak mudharatnya, juga selalu memunculkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi pemiliknya.

Selain itu, ini menjadi timbulnya fitnah dari satu orang dengan orang lainnya. Itulah sebabnya, Rasulullah Saw menyebut orang yang menjadikan kukunya tajam seperti setan yang mengikat.

Dari sisi kesehatan, menggunting kuku juga dianjurkan. Kuku yang tidak bersih mempunyai risiko terserang virus yang lebih tinggi daripada orang yang menjaga kebersihannya kukunya. Sebab, ketika kita beraktivitas, akan banyak benda yang disentuh dan jika mengendap di kuku kita, maka pasti terbawa masuk ke dalam tubuh saat makan. Dan kuku pendek akan memudahkan air wudhu mengalir ke sela-sela sehingga dalam bersuci akan lebih maksimal.

2.   Menggunting Kumis  

Bagi sebagian kaum laki-laki, kumis dan jenggot menjadi ciri khas gaya tersendiri. Namun, dalam Islam keduanya diatur dalam perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

“Artinya: Potonglah kumis dan peliharalah jenggot” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dan dalam shahih Muslim dari Anas berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam memberi waktu kami dalam memotong kumis dan kuku supaya tidak membiarkan lebih dari empat puluh hari dan malam.

Para ulama salaf berselisih dalam hal memendekkan kumis dan mencukurnya mana yang lebih afdhal

Imam Malik dalam Muwatha’nya berkata: dipotong sebagian kumis sehingga nampak ujung bibir dan tidak menghabiskannya seolah seperti mutslah (menyayat).

Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan dari malik berkata: kumis dipendekkan dan jenggot dibiarkan dan memendekkan kumis bukan mencukurnya dan saya berpendapat untuk menjaga adab dalam mencukur kumisnya.

3.   Memakai Minyak Wangi (bagi laki-laki)

Termasuk sunnah bagi kaum laki-laki memakai wangi-wangian terutamanya ketika ke masjid, ketika hari Juma’at, dan ketika dua Hari Raya. Demikian pula ketika berada di majelis-majelis ilmu dan ketika hendak berhubungan dengan isterinya.

Hal ini dianjurka karena aroma yang harum mampu merangsang suatu perasaan yang positif, mampu menenangkan jiwa, membantu mengatasi tekanan, seraya mencetus daya kekuatan dari dalam (jiwa). Sebagaimana jiwa yang gembira dan senang pasti akan lebih bersemangat untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan berbanding jiwa yang sedang sakit, kusut atau tertekan. Demikianlah aroma yang menyenangkan akan merangsang sifat yang positif pula.

Dan perasaan yang sentiasa tenang dan positif pasti akan sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh badan dan kestabilan jiwa.

Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallambersabda:

“Sesungguhnya wangian bagi lelaki adalah yang jelas aromanya tetapi samar warnanya, manakala wangian bagi wanita pula adalah yang tampak warnanya tetapi tidak jelas wangianya.” ( At-Tirmidzi, no. 2787. An-Nasaa’i, no. 5117. Dinilai hasan oleh At-Tirmidzi dan sahih oleh Al-Albani).

4.   Membersihkan Kotoran Telinga, Memakai Pomade, dan Menyikat Gigi

Selain lima fitrah manusia dalam merawat diri yang dianjurkan Rasulullah Saw. sebagai seorang Muslim wajib merawat diri dengan membersihkan berbagai lubang seperti lubang telinga dari kotorannya. Memakai pomade bagi laki-laki agar rambut tampil rapih dan percaya diri, dan menyikat gigi agar terhindar dari bau mulut yang tidak sedap.

Sesungguhnya Islam telah mengajarkan umatnya agar hidup seimbang, selaras, indah dengan merawat diri dan menjadikan kebersihan sebagian dari iman. (nat)

 

-Dari berbagai sumber

Wallahu A'lam Bishowab


Back to Top