#SafariGlobalQurban (2)

Satu Tahun Lalu di Tengah Konflik Yaman, Global Qurban Sampai ke Kota Taiz

gomuslim.co.id- Dua tahun sudah konflik membuat negeri Yaman porak-poranda. Tanggal 25 Maret 2015 atau jika dihitung mundur dari bulan Agustus 2017 ini berarti kurang lebih sudah 2 tahun 5 bulan konflik berlangsung di negeri Yaman. Konflik mengendapkan kekalutan dan ketakutan di dalam hati.

Tak ada malam yang tak mencekam, tiada hari tanpa ketidakpastian. Bagi 26 juta penduduk Yaman, keamanan, pekerjaan, serta jaminan memperoleh makanan dan minuman yang layak hampir menjadi suatu hal yang mustahil.

Beberapa pekan sebelum Ramadhan lalu, ACTNews bertemu dengan Mohamed Ali S. Al-Najar, Perwakilan Diplomatik Negeri Yaman untuk Indonesia. Dari cerita Al-Najar, kekacauan yang terjadi di negerinya betul-betul sedang mengacaukan masa depan 26 juta populasi Yaman.

“Hampir tak ada lagi wilayah di Yaman yang aman, apalagi bagi pendatang. Maka dari itu bantuan kemanusiaan sulit sekali menembus kota-kota di Yaman. Makanan dan minuman terbatas, kalaupun ada kebersihannya diragukan, kondisi ini juga yang akhinya membuat kolera merebak di Yaman,” cerita Al-Najar.

Terlepas dari segala ketidakmungkinan di Yaman, hampir genap setahun lalu, Aksi Cepat Tanggap lewat Global Qurban berhasil sampai di Yaman. Bulan September tahun 2016, Global Qurban datang di Kota Taiz, wilayah pegunungan tinggi di bagian barat daya Yaman.

Kala itu, setahun lalu Taiz menjadi satu-satunya opsi paling memungkinkan untuk dijangkau berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk menjangkau paket Qurban dari Indonesia.

Taiz menjadi kota ketiga terbesar di Yaman setelah Sanaa dan Aden. Dulu – sebelum konflik meletup – Taiz adalah kota peradaban dan pusat dari berbagai budaya masa lampau bangsa Arab-Yaman.

Setahun lalu, beberapa pekan sebelum hari Idul Qurban 2016, satu jejaring mitra Global Qurban memberikan kabar bahwa qurban dari Indonesia bisa masuk ke Yaman untuk didistribusikan di wilayah Taiz. Sebelum hari tasyrik berakhir, Qurban berbendera Indonesia pun berhasil masuk menyapa keluarga paling membutuhkan di wilayah padat penduduk Kota Taiz.

Keluarga Sam Nagi Ali Saif, salah satu dari sekian banyak keluarga yang ikut menerima sedapnya berkah daging qurban dari Indonesia bercerita, konflik makin memperburuk kondisi ekonomi keluarganya. “Sudah bertahun-tahun kami tidak makan daging seperti ini. Tidak disangka ada bantuan qurban dari Indonesia. Kami akan buat makanan (olahan) daging Idul Qurban paling lezat. Kami sekeluarga bahagia,” ungkap Sam Nagi Ali Saif kepada mitra Global Qurban di Yaman.

Ada lagi cerita dari Keluarga Salim Khalid Ali. Di wilayah kumuh Kota Taiz, Khalid Ali adalah ayah dari lima orang perempun dan seorang laki-laki. Sehari-hari di tengah konflik Ia bekerja tak pernah bisa maksimal, apalagi Ia sedang didera sakit menahun yang sulit disembuhkan. Tahun kemarin, Khalid Ali bisa memasak lauk daging untuk santap Idul Qurban bersama keluarganya.

Berkah Global Qurban pun sampai ke keluarga Hana Zaid Haroon Ahmed, seorang guru bahasa Arab dan Ibu dari 6 orang anak. Hana Zaid menghidupi keluarganya seorang diri, setelah suaminya wafat syahid selama konflik Yaman berlangsung. Idul Qurban tahun 2016 kemarin jadi perayaan paling berkesan untuk keluarganya karena Hana Zaid memasak menu khas Yaman olahan dari daging qurban.

Bergegas menyiapkan qurban tahun 2017 ini, Global Qurban bakal melanjutkan kisah distribusi qurban untuk Yaman. Meski masuk ke Yaman adalah urusan yang tak mudah, tapi dari doa-doa masyarakat Indonesia, negeri berlimpah ternak ini mampu berbuat sesuatu, membawa kebaikan qurban sampai ke negeri Yaman, InsyaAllah. (rjl/act)

Mari Berkurban di www.gomuslim.co.id/qurban

 

Penulis:

Shulhan Syamsur Rijal

News Management Staff, Aksi Cepat Tanggap (ACT)