#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Hari Pertama di Taiwan, Begini Keseruan Jelajah Wisata dan Restoran Halal

gomuslim.co.id – Pernah mendengar Negara Taiwan? pasti pernah dong ya. Secara, kini akses informasi serba mudah. Tinggal ambil smartphone, terus ketik nama Taiwan pasti akan muncul sejumlah artikel yang menjelaskan tentang Negara kepulauan di dekat daratan Tiongkok ini.

Nah kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan singkat di Taiwan. Syukur Alhamdulillah, gomuslim mendapat undangan dalam progam Taiwan Familiarization Tour for Indonesia Media & KOL selama 5 hari.

Saya dipercaya untuk mengikuti program ini, menjelajah sejumlah tempat menarik di Taiwan. Tentu saja, dalam tulisan ini saya akan menceritakan tentang wisata halal, fasilitas ramah muslim, dan ragam destinasi menawan yang ada di Taiwan. 

Bersama rombongan yang berjumlah 10 orang ditambah satu tour guide, saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada hari Jumat (1/3/2019) pukul 14.30 WIB. Pesawat Eva Air membawa saya dan rombongan menuju Bandara Internasional Taipei-Taoyuan Taiwan selama kurang lebih 6 jam.

Setibanya di Bandara, kami langsung dijemput oleh tour guide di Taiwan. Namanya Jeffrey. Biasanya kami panggil Jeff. Orangnya ramah, murah senyum dan selalu semangat. Usai mengurus administrasi di Imigrasi, kami langsung meluncur ke Hotel Novotel Taoyuan. Melepas lelah perjalanan lumayan menguras energi.

Pagi menjelang, waktu subuh pun tiba. Oh ya, di Hotel ini tidak tersedia mushala. Jadi shalat subuh dilakukan di kamar aja. Saya sudah persiapan membawa sajadah kecil dan sarung khusus untuk shalat.  

Pukul 7 waktu setempat, kami sudah bersiap sarapan. Bagaimana dengan makanannya? Tentu saja harus memilih dan memilah yang halal. Cari aman, saya pilih makanan vegetarian, buah-buahan dan beberapa kue. Supaya lebih yakin, saya tanya ke tour guide dan petugas hotel tentang makanan yang tidak mengandung pork (babi).

Pengalaman Pertama Naik High Speed Rail (HSR) Taiwan   

   

HSR atau kereta cepat yang kami tumpangi berangkat pukul 08.43 waktu setempat. Mulai berangkat dari stasiun Taoyuan tujuan akhir Zouying. Harganya 1330 NTD. Selama di dalam kereta, saya melihat keindahan pemandangan sawah hijau, desa kecil, sampai pegunungan. Zouying sendiri berada di Kaohsiung, kota terbesar kedua setelah Taipei. 

Seperti di stasiun pada umumnya, di stasiun HSR kami cukup masukkan tiket ke mesin untuk lewat gate atau pengecekan oleh petugas.

Kereta ini ada dua pilihan, yang cepat ada yang lambat. Perbedaannya hanya di tempat berhenti. Yang cepat berhenti di tiga kota saja. Sedangkan yang lambat, berhenti di hampir setiap kota. Adapun kursinya, di samping kanan tiga di samping kiri dua. Masing-masing duduk sesuai dengan yang tertera di tiketnya.

Tiket untuk kereta HSR bisa dibeli langsung di stasiun kereta utama Taipei. Tiket ini bisa dibeli lebih awal. Kalau mau beli di hari H bisa juga, tapi kesediaan kursi tidak terjamin. Karena sudah disediakan sama tour leader, rombongan kami duduk berdekatan.

Di HSR Taiwan tersedia beragam fasilitas, mulai dari vending machine jual minuman, breastfeeding room, toilet, dan tempat buat charging handphone. Sementara di dalam kereta, tersedia juga dua toilet (besar dan kecil), serta free wifi.

Satu hal yang saya pelajari saat naik HSR ini. Budaya antri dan kebersihan sangat melekat pada masyarakat Taiwan. Tidak ada saling dorong antar penumpang. Semua area gerbong sangat bersih, termasuk di dalam toiletnya. Selain bersih, di toiletnya pun tidak bau pesing.

Jelajah Pier 2 Art Center Kaohsiung

Lokasi Pier 2 Art Center ini sangat dekat pelabuhan Kaohsiung. Terletak di Cekungan No. 3, tempat ini menjadi ruang seni terbuka yang unik. Tempat ini menjadi wadah bagi seniman dan siswa untuk mengekspresikan diri mereka dengan lingkungan sehingga menjadi kawasan seni dan budaya paling populer di Kaohsiung.

Banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat ini, mulai dari anak-anak, pemuda sampai orang tua. Mereka semua para pecinta seni. Hampir semua jenis kegiatan seni ada di sini. Pusat gudang dan museum seni outdoor dan indoor ada di dermaga yang sekarang disebut ‘Dermaga Penumpang Yencheng’.

Mencicipi Makanan Halal di Restoran Hotel City Suites

Tidak jauh dari parkiran Pier 2 Art Center, terdapat satu hotel yang megah. Menariknya, hotel ini secara khusus menyajikan makanan halal dan bersertifikat halal. Pilihan makanannya pun enak. Baik dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Kami makan siang di tempat ini.

Aneka makanan seperti nasi, seafood, dan sup begitu lezat di lidah. Saya pun lahap memakan semua hidangan karena terjamin halal. Tidak hanya itu, di tempat ini juga tersedia ruangan untuk shalat atau prayer room.   

Mengenal Wisata Kaohsiung di I-Ride Experience Center

Setelah menyusuri jalanan di Pier 2 Art Center, kami diajak ke sebuah tempat wisata teknologi. Namanya I-Ride Experience Center. Di sini, kami seolah-olah diajak terbang memakai helikopter melihat pemandangan seluruh Kaohsiung yang menakjubkan. Kursi yang kami duduki seperti nyata menyusuri setiap sudut wisata di kota ini. 

Dengan kombinasi dari simulator, sistem video audio surround dan efek 5D yang mendalam, membuat kami merasa seperti terbang di langit. I-Ride lebih dari sekadar daya tarik, tetapi juga pengalaman budaya, pendidikan, bahkan spiritual.

Dream Mall

Masih di Kaohsiung, kami diajak ke pusat perbelanjaan dan rekreasi kelas internasional. Namanya Dream Mall. Selain belanja, kami juga mencoba wahana Bianglala yang ada di Rooftof, lantai paling atas. Di atas, kami bisa melihat lebih luas kota Kaohsiung. Area ini juga menghadirkan banyak wahana yang cocok untuk anak-anak.

Dream Mall sendiri sangat mudah dijangkau. Lokasinya terletak di Taman Perdagangan dan Perdagangan Multifungsi Kaohsiung yang bersebelahan dengan Chenggong Rd. dan Zhonghua Rd. Time Avenu. Tidak jauh dari Bandara Internasional Kaohsiung, Kaohsiung Harbor, Sun Yat-sen Expressway, dan stasiun MRT.

Blue Whale Hall depan naik tujuh lantai, sedangkan gedung mal utama memiliki sembilan lantai di atas tanah ditambah dua lantai bawah tanah yang menyediakan parkir dalam ruangan untuk 3.561 mobil dan 2.016 skuter. 605 mobil tambahan, 636 skuter, dan 21 bus dapat masuk ke tempat parkir di luar.

Area perbelanjaan Dream Mall mencakup sekitar 257.000 meter persegi dari total luas lantai 400.000 meter persegi, menampung hampir 600 toko ritel besar. Di antara mereka adalah lima bisnis utama —Department Store Uni-Hankyu Jepang, Department Store Marks & Spencer Inggris, Taman Bertema Es & Salju Hokkaido Jepang, Hello Kitty Ferris Wheel, Happy 100, dan Cinemark Cinema, serta 18 toko kotak besar.

Desain mal yang inovatif menggabungkan motif alam dan maritim berdasarkan empat tema utama air, bunga, alam, dan alam semesta. Selain berbelanja, pengunjung Dream Mall menggabungkan waktu luang, rekreasi, seni dan budaya, dan acara makan untuk menciptakan tengara rekreasi utama baru di ibukota maritim Kaohsiung.

Menikmati Sore di British Consulate Takow

Konsulat Inggris di Takao ini adalah bekas konsulat Inggris yang dibangun pada tahun 1865 di Distrik Gushan, Kaohsiung. Tempat ini dijadikan sebagai Situs Bersejarah Kelas 2 oleh Kementerian Dalam Negeri, Taiwan.

Berlokasi di puncak Shaochuantou, bangunan bekas rumah konsulat menghadap ke Teluk Xiziwan dan Pelabuhan Kaohsiung. Saat ini berfungsi sebagai kafe dan objek wisata. Di sini, kami dapat melihat pemandangan sore yang mempesona. Air laut, sun set dan puluhan kapal tak henti-hentinya menyejukan mata.

Di sebelah kafe, ada juga toko yang menjual aneka teh dan kopi khas Taiwan. Untuk ke lokasi ini, kami cukup turun di halte bus terdekat Takow, dan menaiki tangga yang tidak terlalu banyak. 

Konsulat dirancang oleh arsitek Inggris dan dibangun oleh McPhail & Co. pada 1865 menggunakan arsitek Cina. Bahan-bahan dikirim dari kota Amoy (sekarang Xiamen) melintasi Selat Taiwan. Arsitekturnya adalah dari Renaissance akhir, menyediakan dasar teknis dan gaya untuk bangunan Barat di Taiwan, dan meanfaatkan banyak lengkungan.

Sungai Cinta yang Romantis

Malam hari menjelang istirahat, kami mengunjungi Love River atau Sungai Cinta. Tempat ini dikenal juga dengan Kanal Kaohsiung. Terlihat di tepian sungai taman-taman, jalur sepeda yang panjang dan aneka lampu menyala pada malam hari yang mempercantik kawasan ini.

Kenapa dinamakan Sungai Cinta? Karena daerah ini memang sangat romantis. Banyak pasangan baik dari yang muda sampai keluarga memenuhi kawasan ini setiap malamnya. Saya bersama rombongan menyusuri penggiran sungai yang cukup bersih dan tidak berbau sama sekali.

Selain menikmati suasana, kami juga berkesempatan menaiki perahu yang biasa disebut Gondola. Harganya 200 NTD untuk orang dewasa dan 100 NTD untuk anak-anak. Perahu ini membawa kami berkeliling sungai dari timur dan barat jembatan. Alunan musik dan nyanyian syahdu menemani di perahu.

Layanan Gondola ini buka setiap hari mulai buka pukul setengah 5 sore dan tutup pukul setengah 12 malam.

Di pingiran Sungai Cinta, terdapat pula aneka kafe yang menyuguhkan kopi dan hidangan penghangat. Tentu saja ditemani musik merdu untuk menghibur suasana hatim, bersantai merilekskan tubuh dan jiwa di kota pelabuhan.

 

Makan Malam Halal Restoran Hotel Chateau de Chine

Sebelum istirahat, kami disuguhi aneka makanan halal. Baik hidangan pembuka, inti sampai penutup. Kami hampir tak sanggup menghabiskan semua hidangan yang tersedia. Secara umum, semua menu di sini enak. Hanya saja, sesuai selera lidah masing-masing.

Ada pula masakan Jepang di Pin Japanese Restaurant. Makanan khas Hongkong seperti Dim Sum disajikan di Harbour Cantonese Restaurant.

Hotel yang ramah Muslim ini menawarkan kamar modern dengan akses Wi-Fi gratis dan TV kabel layar datar. Hotel yang berselang 5 menit berjalan kaki dari Stasiun MRT Jixian Yanchengpu dan Ai He (Sungai Cinta) ini, menyediakan pusat kebugaran dan 2 restoran.

Semua kamarnya yang berkarpet dan ber-AC memiliki brankas serta pembuat kopi/teh. Kamar mandi pribadinya dilengkapi bathtub, shower, dan pengering rambut. Chateau de Chine memiliki fasilitas resepsionis yang beroperasi 24 jam. Fasilitas lainnya termasuk pusat bisnis dan penitipan bagasi. Layanan pramu tamu dan tempat parkir pribadi gratis juga tersedia.

Bagaimana dengan Shalat? Ya, di Kaohsiung sendiri memang masih jarang ditemukan masjid atau mushala. Dalam aplikasi Taiwan Halal, hanya ada dua masjid yakni Kaohsiung Main Station Prayer Room di Distrik Sanmin. Satu lagi masjid Kaohsiung atau Kaohsiung Mosque yang ada di Jianjun Rd, Distrik Lingya.

Jika sedang berada jauh dari hotel, shalat bisa dilaksanakan di tempat umum yang sepi. Karena di Taiwan, hampir semua bersih. Jadi kita cukup menyediakan sajadah kecil atau kain untuk saat akan melaksanakan shalat.

Yap, sampai di sini dulu ya ceritanya. Perjalanan menarik selanjutnya akan saya ceritakan. Tunggu cerita selanjutnya di series #gomuslimGoestoHalalTripTaiwan di www.gomuslim.co.id. (njs)

 

 

Baca juga:

Promosi Wisata Ramah Muslim, Taiwan Tourism Bureau Undang Media dan KOL Jelajah Pulau Formosa


Back to Top