#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Hari Kedua di Taiwan, Jelajah Taman Rekreasi EDA dan Festival Kebanggaan Formosa

gomuslim.co.id – Pagi di Kota Kaohsiung kala itu cukup dingin. Sejak mentari terbit, hilir mudik kendaraan mulai ramai. Seperti di kota pada umumnya, hampir tidak terdengar kicauan burung menyapa pekerja. Hari itu adalah hari kedua saya dan rombongan mengikuti Familiarization Trip di Taiwan.

Seperti hari pertama, sejak waktu subuh, saya sudah terjaga. Terbantu karena alarm yang telah saya nyalakan semalam sebelum memejamkan mata. Waktu subuh di sini hampir sama dengan waktu subuh di Indonesia Bagian Tengah (WITA). Kira-kira pukul 05.03 waktu setempat. Karena di hotel ini juga tidak tersedia mushala, saya shalat di kamar yang memang cukup luas.

Agenda kami hari ini sebetulnya cukup padat. Sejak pagi (kira-kira pukul 07.00), panggilan telepon dari petugas hotel Chateau de Chine sudah nyaring berbunyi. Mengingatkan untuk bersiap dan segera menyantap sarapan yang telah tersedia. Terlihat di itinerary, ada tiga tempat yang hendak dikunjungi.

Pukul 9.00 waktu setempat, rombongan sudah masuk ke dalam bus. Kami pun bersiap mengunjungi destinasi andalan Kota Kaohsiung.

Jelajah E-DA Theme Park

Tempat pertama yang dituju adalah EDA Theme Park. Taman rekreasi ini mirip tempat wisata Disneylands di Hongkong atau Universal Studios yang ada di Singapura, hanya ada beberapa perbedaan. Tentu saja kalau yang ini Taiwan punya.

EDA Theme Park sendiri adalah bagian dari kawasan EDA World yang terletak di Kaohsiung County, Taiwan. Kawasan seluar 90 hektare ini terintegrasi dengan ritel, rekreasi, real estate, rumah sakit, sekolah, universitas, dan EDA Theme Park.

Salah satu keistimewaan dari taman rekreasi ini adalah tema yang neo-klasik. Integrasi lingkungan disini bergaya Yunani dengan tiga area menarik yang berbeda, yaitu Acropolis, Santorini, dan Trojan Castle.

Area Acropolis difungsikan sebagai taman yang fokus ke makanan dan ritel. Kelebihan area ini adalah EDA Royal Theatre yang memiliki 1.800 kursi. Di sini, kami juga diajak menonton pertunjukan sirkus yang para pemainnya kebanyakan dari orang Rusia.

Adapun area Santorini yang terinspirasi dari Yunani memiliki berbagai macam gedung iconic yang instagramable. Banyak pengunjung yang antri berforo ria di area ini karena keunikan gedung-gedungnya yang klasik nan menawan.

Sedangkan, area Trojan Castle, lokasinya ada di ujung taman. Ada banyak aneka wahana seperti flat rides, carnival games, children rides, dan Soarin Style Ride. Taman rekreasi ini memiliki desain yang mengakomodasi cuaca di Taiwan.

Tidak jauh dari area Santorini, kami mencoba wahana Booster. Wahana dengan tinggi 55 meter ini menawarkan rotasi 360 derajat. Tentu saja membuat kami menjerit senang bercampur jantung berdetak kencang. Kalau anda takut ketinggian, jangan coba-coba deh. Karena mencoba wahana ini butuh mental kuat (takutnya pingsan di atas wahana).

Mencicip Makanan Halal Khas India di Restoran EDA Royal

Hari semakin terik, waktunya makan siang. Restorannya ada di EDA Royal hotel, tidak jauh dari area EDA Theme Park. Hanya butuh 5 menit untuk sampai jika menaiki shettle bus yang tersedia.  

Sesampainya di lokasi restoran, kami langsung diarahkan ke tempat khusus. Tertulis disamping pintu sebelum masuk ‘Muslim Dining Area Halal Only’. Artinya, tempat makan ini memang khusus untuk pengunjung yang memesan makanan halal.

Tidak lama setelah kami duduk, satu per satu hidangan halal khas India pun mulai tersaji. Aroma khas makanan Negeri Bollywood siap kami santap. Aneka menu seperti vegetable samosa, masala kuicha, seafood curry, papdam, bhuna mutton curry, sampai teh tarik khas India memenuhi meja makan kami.

Tidak hanya itu, semua makanan ini dijamin aman untuk muslim karena sudah resmi bersertifikat halal Chinese Muslim Association (CMA) Taiwan. Usai makan, kami juga diperkenalkan dengan Chef Joginder Kumar asli India yang memasak hidangan di restoran tersebut.

Dia menyebut semua menu yang dimasaknya memang khusus untuk pengunjung muslim atau pecinta kuliner halal. Dapur tempatnya memasak juga terpisah dengan dapur masakan lainnya. Bahkan, pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana Chef ini memasak karena dapurnya hanya terpisah kaca.  Jamuan halal di restoran ini juga dapat diatur berdasarkan permintaan.

Adapun untuk fasilitas ibadah, manajemen hotel menyediakan sajadah, petunjuk arah kiblat dan peralatan shalat lainnya di kamar sesuai permintaan tamu. Ini dilakukan karena pihak menajemen tidak menyediakan mushala khusus.  

 

Baca juga:

Formasi 300 Drone Pukau Pengunjung di Penutupan Festival Lampion Taiwan 2019

 

Keliling Area Trojan Castle  

Belum puas menjelajah EDA Theme Park, kami pun kembali ke area Trojan Castle yang letaknya tidak jauh dari area Santorini. Kali ini, kami tidak naik shettle bus, tapi jalan kaki menelusuri EDA Mall yang cukup panjang. Menghabiskan waktu kira-kira 15 menit.

Kami mencoba wahana sinema 4 dimensi. Di tempat itu, kami seakan dibawa menjelajahi semua destinasi Taiwan melalui layar besar yang diputar. Tempat ini mirip dengan I-Ride Experience Center di Kaohsiung. Bedanya, yang ini durasinya lebih panjang dan menjelajah semua yang ada di Taiwan.

Masih di area Trojan Castle, kami sempat menonton pertunjukan parade. Semakin sore, pengunjung yang didominasi orang tua dan anak-anak ini semakin ramai. Suasana meriah semakin terasa ketika para penari mengajak anak-anak pengunjung menari dan bersalaman.

Penutupan Festival Lantern Taiwan 2019

Agenda selanjutnya kami setelah dari EDA Theme Park sebenarnya adalah mengunjungi Fuwan, tempat produksi cokelat Taiwan. Namun, karena hari semakin sore akhirnya kami langsung meluncur ke tepi Teluk Dapeng, Kabupaten Pingtung. Tempat berlangsungnya penutupan Festival Lantern Taiwan 2019.

Acara tahunan kebanggan masyarakat Taiwan ini memang selalu ramai dikunjungi masyarakat local dan wisatawan mancanegara. Perjalanan kami dari EDA Theme Park, Kaohsiung menuju Pingtung menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah dengan bus.

Pukul 19.00 waktu setempat, kami sudah tiba di lokasi. Sebelum masuk pintu utama, keramaian sudah terasa. Hilir mudik pengunjung tampak memadati area Pen Bay. Semakin malam, pengunjung semakin banyak.

 

Sejak turun dari bus, kami langsung disuguhi aneka lampion unik di setiap sudut jalan. Belasan ribu lampion bertema binatang, benteng, kuil, dewa-dewa, teknologi, instalasi seni, hingga kartun berjejer menghiasi jalanan sampai ke panggung utama.

Hampir semua lampion dibuat warga lokal, namun desainer luar negeri juga turut serta. Tak hanya ada di daratan, lampion juga mengapung di laut di Teluk Dengpeng.

Saya dan rombongan mendapat tempat duduk khusus di belakang panggung. Di tempat itu, kami asik menonton pertunjukan budaya seperti wushu, barongsai, nyanyian dan tarian. Di penghujung acara, saya begitu terpukau dengan penampilan 300 drone yang membentuk formasi gambar dan tulisan secara bergantian.

Langit Pingtung begitu mempesona dengan tampilan formasi drone yang membentuk ikan tuna, tulisan Taiwan, menara Taipei 101, dan diakhiri dengan membentuk logo Intel sebagai perusahaan sponsor. Malam semakin meriah saat ribuan kembang api dinyalakan dengan durasi cukup lama. Bagi saya, malam itu menjadi malam yang sangat mengesankan.

Terimakasih Taiwan telah menunjukan atrasi yang luar biasa keren. Kegiatan ini pantas menjadi kebanggaan masyarakat pulau Formosa dan patut diakui dunia sebagai kekayaan budaya. (njs)  

 

Baca juga:

Hari Pertama di Taiwan, Begini Keseruan Jelajah Wisata dan Restoran Halal

 


Back to Top