#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Hari Ketiga di Taiwan, Asiknya Melihat Bunga Sakura dan Danau Indah di Nantou

gomuslim.co.id – Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa, saya bersama rombongan media dan KOL sudah memasuki hari ketiga di pulau Formosa. Masih di Kota Kaohsiung, pagi itu jalanan sedikit ramai. Lalu lalang kendaraan, hilir mudik orang-orang sudah menjadi pemandangan biasa. 

Hari ini adalah hari terakhir kami di kota terbesar kedua Taiwan. Sejak pukul 09.00 waktu setempat, bus sudah membawa kami ke kota lain. Destinasi selanjutnya yang kami tuju adalah Formosan Aboriginal Culture Village dan Sun Moon Lake yang ada di Yuchi, Nantou County.

Sepanjang perjalanan, saya disuguhkan pemandangan hijau. Mulai dari perkebunan semangka, buah naga, jeruk sampai buah nanas. Tempat yang akan kami kunjungi kali ini memang berlokasi di daratan tinggi atau pegunungan. Tidak heran kami melewati jalanan berkelok dan tanjakan yang tidak begitu curam.

Dari Kaohsiung, kurang lebih butuh waktu 3 jam untuk sampai di Nantou. Distrik ini berada di tengah pulau Formosa.

 

Jelajah Formosan Aboriginal Culture Village

Begitu sampai di lokasi Formosan Aboriginal Culture Village, saya merasakan udara begitu sejuk dan segar. Kanan kiri jalan penuh dengan pepohonan hijau yang membuat mata terpana. Masuk lebih jauh, saya semakin terpesona dengan keindahan bunga sakura yang sedang mekar.  

Tak mau melewatkan momen, saya pun mengambil beberapa jepretan untuk dokumentasi. Saking sibuk mengambil gambar, pemandu sudah berteriak memanggil-manggil dari kejauhan. Ternyata waktu makan siang telah tiba.

Masuklah kami ke sebuah restoran khas Jepang di dalam bangunan unik. Namanya Maya Restaurant. Syukur Alhamdulillah, restoran ini menyediakan 5 menu khusus makanan halal. Kami bisa memilih paket nasi ayam atau sapi dengan olahan masakan berbeda.  

Selain itu, di sini juga disediakan area tempat duduk muslim dan mushala. Ruangan mushalanya memang kecil, hanya memuat 2 sampai 3 orang saja. Tapi cukup bersih dan nyaman untuk beribadah shalat.

Usai santap siang, saya bersama rombongan pun menelusuri kawasan Formosan Aboriginal Culture Village yang luasnya sekitar 62 hektar. Kawasan ini terbagi menjadi lima tema, yaitu Aboriginal Village Park, European Garden, Ti Ka Ar Rainforest, Aladdin Plaza dan Amusement Isle.

Fasilitas hiburan dalam lima tema ini taman-taman meliputi wahana kegembiraan, alun-alun budaya, air mancur artistik, museum, teater 3-D, pertunjukan tari asli, dan lainnya. Bagi yang berlibur dengan anak-anak, Amusement Isle bisa jadi pilihan karena menghadirkan beragam wahana. Area yang cukup ramai mirip Dunia Fantasi di Jakarta hanya lebih kecil.

Buat yang ingin santai di bawah pepohonan, ada Ti Ka Ar Rainforest atau di European Garden. Bagi yang ingin mengenal suku dan budaya di Taiwan, tentu pilihannya berlama-lama di Aborigin Village. Penghuni pertama di pulau Formosa ini adalah ras Polinesia, yang diduga berasal dari Pasifik. Ada beberapa suku asli yang tinggal di sana di antaranya Paiwan, Thao, dan Amis.

Sementara, di area European Garden, terdapat bangunan-bangunan yang menyerupai gedung-gedung di Eropa. Saya merasakan sensasi berada di sana tanpa harus benar-benar pergi. Di kawasan ini, kita bisa berfoto-foto di The Ritz Palace, The Roman Fountain, The Baroque Bell Tower dan banyak lainnya. Di sini, ada juga pertunjukan tari flamenco ala Spanyol.

Jika berencana liburan ke tempat ini, bulan Februari pilihat tepat. Karena saat itu bunga sakura jenis Peony sedang mekar penuh dan lebih dari 3000 Multiple Petal Flowering Cherry. Tanaman ini melengkapi keindahan gunung-gunung yang menjadi merah.

Pada bulan ini, pemerintah Taiwan juga selalu menggelar Cherry Blossom Festival. Kegiatan tahunan penting yang menjadi favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Pada musim ini Formosan Aboriginal Culture Village buka hingga malam hari. Teknik light carving digunakan untuk menerangi jalan setapak secara dramatis.

Puas berfoto dan menikmati indahnya bunga sakura, kami pun mencoba menaiki cable car atau ropeway. Di wahana ini, saya begitu menikmati menikmati pemandangan pegunungan hijau berpadu dengan lembah-lembah sakura yang menawan.

Formosan Aboriginal Culture Village buka setiap hari sepanjang tahun. Pada hari kerja buka pukul 08.00-17.00, sedangkan di akhir pekan buka sampai jam 17.30. Dengan membayar tiket masuk sebesar NTD 850 (Rp400 ribu) untuk dewasa, dan NTD650 (Rp300 ribu) untuk anak, sudah bisa menikmati semua atraksi di sini sepuasnya termasuk menaiki cable car untuk menuju Sun Moon Lake.

Terbang Menuju Sun Moon Lake dengan Ropeway

Memasuki area Sun Moon Lake, kami cukup naik sekali lagi gondola atau cable car dari Formosa Aboriginal Culture Village. Perjalanan udara selama sepuluh menit ini kembali membuat saya takjub dengan keindahan Formosa.

Dalam pepatah kuno Taiwan, ada ungkapan begini, ‘Seseorang tidak bisa dikatakan benar-benar pergi ke Taiwan jika belum mengunjungi Sun Moon Lake’.

Ungkapan ini saya akui benar adanya. Saat berkunjung ke Sun Moon Lake, saya merasa Taiwan memang menyimpan pesona alam yang menakjubkan. Nama danau yang berada di kota kecil Yuchi, Nantou, Taiwan ini menggabungkan dua benda di langit bulan dan matahari (Sun dan Moon).

 

Baca juga: 

Hari Pertama di Taiwan, Begini Keseruan Jelajah Wisata dan Restoran Halal

 

Pemberian nama ini ternyata diambil dari penampakannya. Danau yang berada 748 mdpl itu terlihat bentuknya berbeda jika dilihat dari tempat berlainan. Dari sisi barat terlihat seperti bulan sabit. Tapi dari sisi timur tampak bulat seperti matahari.

Danau ini merupakan satu-satunya danau besar alami di Taiwan. Pemandangan paling terkenal di sekitar Danau Sun Moon adalah Itashao, Pulau Lalu, Kuil Xuanzang, Ci id Pagoda, dan Kuil Wenwu dan sebagainya. Hutan alam yang berbatasan dengan jalan-jalan ini adalah tempat yang baik untuk itu mengamati burung.

Sun Moon Lake adalah tempat paling indah yang bisa didatangi jika ingin sejenak menghindar dari hingar bingar kota besar. Sun Moon Lake adalah tempat wisata yang populer dikunjungi oleh turis lokal dan asing. Destinasi ini biasanya didatangi oleh pasangan yang baru saja menikah untuk berbulan madu.

Sebelum memasuki dermaga, terlihat toko souvenir dan jajanan berjejer rapi di samping kanan-kiri. Mendekati danau, kami disuguhi alunan musik merdu dari pengamen lokal, lengkap dengan pakaian tradisionalnya.

Di sini, kami mencoba menaiki yacht atau kapal mengelilingi danau. Menikmati keindahan Sun Moon Lake yang airnya bersih dan jernih menampilkan warna hijau kebiruan di siang hari yang cerah. Untuk naik kapal ini, cukup merogoh kocek sekitar 300 dolar Taiwan atau sekitar Rp 138.000. Kurang lebih 30 menit perjalanan di yacht, kami sampai di tepi lain dermaga.

Bermalam di Kota Taichung

Hari semakin sore, kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota Taichung. Di sisi dermaga, bus kami sudah menunggu. Perjalanan dari Sun Moon Lake ke kota terbesar ketiga di Taiwan ini membutuhkan waktu sekitar satu jam setengah.

Sesampainya di kota Taichung, kami langsung menuju salah satu restoran halal. Namanya Maison De Chine. Masakannya lezat, aman di lidah orang Indonesia. Beragam menu tersaji mulai dari ayam, sayuran, seafood sampai jenis sup.  

Tak lama setelah makan, kami diajak menuju Night Market atau pasar malam di kota itu. Aneka jajanan dan souvenir khas Taiwan tersedia di sini. Namun untuk jajanan, tetap harus hati-hati memilihnya karena dikhawatirkan mengandung unsur tidak halal. Kalau ragu, tanyakan kepada penjual.

Tak terasa, malam semakin larut, tibalah saatnya menuju hotel. Malam ini kami menginap di Stay Hotel. Salah satu hotel yang mendapat sertifikat Friendly Muslim dari Chinese Muslim Association (CMA) Taiwan. Di hotel ini, tersedia peralatan shalat dan petunjuk arah kiblat di setiap kamarnya. Area kamar cukup luas dan nyaman bagi yang berkeluarga.

Tibalah saatnya saya dan rombongan beristirahat. Meregangkan dan melemaskan otot setelah perjalanan cukup panjang. Lelah terbayar dengan suguhan pemandangan menakjubkan. Saran saya, Formosa Aboriginal Culture Village dan Sun Moon Lake menjadi destinasi wajib yang dikunjungi saat berwisata ke Taiwan. (njs)

 

 

Baca juga:

Hari Kedua di Taiwan, Jelajah Taman Rekreasi EDA dan Festival Kebanggaan Formosa


Back to Top