Cerita Berlibur Bersama Keluarga ke Tegal, Sambangi Wisata Alam Guci nan Indah

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, tahu nggak sih wisata yang sangat diminati para pelancong di wilayah Tegal?, Pasti jawaban kita sama “Guci”.

Yaa.. Objek wisata air terjun ini memang sangat diminati karena konon katanya air yang mengalir dari pancuran-pancuran di obyek wisata ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit seperti rematik, koreng serta penyakit kulit lainnya,

Oke, saya akan menceritakan perjalanan saya bersama keluarga besar dari ayah saya untuk berwisata ke Guci saat kami pulang kampung ke brebes, jawa tengah.

Tepat 17 Agustus 2018 di hari Kemerdekaan Republik Indonesia jatuh di hari jumat sehingga dapat dinyatakan sebagai libur panjang. Kami dan keluarga besar merencanakan cuti bersama pada hari Kamisnya tanggal 16, agar libur semakin panjang.

Hari Pertama di Brebes

Pada tanggal 16 itulah hari pertama kami memulai perjalanan panjang dari stasiun Pasar Senen, Jakarta. Pukul 05.30 bada Subuh, Saya, Ayah, Ibu, Istri, Anak dan Adik dipaksa keluarga kami yang lain untuk segera berangkat agar sampai di pasar senen pukul 07.00 karena waktu itulah kami harus mengganti struk pembelian karcis. KTP kami masing-masing yang di butuhkan. Kami ber-28 orang.

Pukul 07.45 kereta kami datang, Ini yang kami tunggu-tunggu, karena ini adalah pertama kalinya saya, istri dan anak berpergian jauh dengan menggunakan kereta. Bahkan pertama kalinya saya membondong istri pulang kekampung ayah saya. Masya Allah, bahagianya hati ini.

Canda, tawa, suka, senda gurau kami lakukan sepanjang perjalanan untuk menempuh hampir 5 jam di kereta. Sesekali kami mendekati jendela dan melihat Indahnya kuasa Allah dengan hamparan Sawah di area pedesaan. Masha Allah.

Tepat pukul 13.00 kami tiba di stasiun Brebes. Tempat ini panas tapi kami merasakan kesejukan dari angin yang melintasi bagian tubuh kami, seolah ini adalah ucapan selamat datang dari Alam. Untuk sampai dirumah sanak saudara, kami menggunakan dua angkutan umum carteran dari stasiun brebes.

Singkat cerita, di hari pertama, kami hanya bersilaturahmi keseluruh saudara kami yang berada disana. Setelah semua di sambangi, kemudian kami habiskan waktu untuk beristirahat di salah satu rumah sanak saudara.

Hari Kedua di Brebes

Hari yang sangat kami nantikan datang. Di mana rute kami di hari kedua adalah berwisata alam, ke wilayah Guci Tegal. Dari lokasi tempat kami tinggal hingga sampai ke tempat wisata, kami harus menempuh perjalanan kurang lebih 40 kilometer.

Di hari kedua ini, pasukan kami bertambah, sekitar 40 orang keluarga besar kami pergi ke wisata Guci. Tepat pukul 08.00, Kami berangkat dengan menggunakan mobil elf sewaan.

Kami berfoto di dalam Elf yang kami tumpangi

Dalam perjalanan, kami harus melintasi track yang berliku. Naik turun kaki Gunung Slamet. Supir Elf kami memacu kendaraannya harus berhati-hati karena di lawan arus kami, ada kendaraan yang juga hendak lewat. Tidak sedikit di antara kami yang mabuk perjalanan.

Yaa.. mungkin karena track yang berliku sehingga organ tubuh kami seperti diguncang-guncang atau lebih tepatnya seperti sedang mencicipi wahana Roller Coster di Dufan. 

Di perjalanan, kami di suguhi oleh pemandangan yang sangat Indah. Lagi-lagi kami menemukan pemantang sawah. Jauh jarak pandang kami di Kota Telor Asin ini. Tinggi menjulang pepohonan sekitar bukit yang kami lalui.

Jarak jauh pandang kami, terlihat puncak gunung slamet menyapa kami, seperti mengajak kami untuk menghampiri dan mendakinya.

“Yaa Allah, Indahnya Bumi yang Engkau ciptakan ini,” kataku didalam hati sambil memuji kekuasaan yang Allah Ciptakan dengan sangat Indah.

Hampir dua jam perjalanan kami, kami mendekati Wisata yang dituju. Di dekat area wisata terdapat kolam renang pemandian air panas yang bagus, kami kira tempat itulah yang menjadi destinasi kami, tapi ternyata bukan.

Di ajak lagilah kami oleh si supir untuk kembali menanjak ke titik lokasi yang ingin kami tuju.

Alhamdulillah, tepat jam 10.00 sampai juga kami. Masha Allah, sesampainya kami disana, kami kembali di suguhi wisata Alam ciptaan Allah secara langsung yang sangat Indah dan sejuk, bahkan jauh Lebih Indah dari kolam renang buatan manusia dibawah tadi yang saya anggap sangat bagus.

Untuk bisa masuk ke lokasi air terjun dan pemandian air panas, kami harus membayar retribusi hanya 7.500 rupiah untuk moment libur. Ya masih terjangkaulah ya sahabat !!

Di dalam area wisata, terdapat 13 pancuran asli alam tanpa buatan manusia yang terus mengucur dan mengalir ke kolam pemandian tanpa habis. Kondisi airnya panas diwilayah pegunungan yang sejuk. 13 pancuran inilah yang dinilai dapat mengobati segala macam penyakit. Wallahualam Bissawab, yang pasti saya percaya bahwa Allah Maha Pemberi Kesehatan.

Kolam dengan 13 pancuran tersebut sudah penuhi oleh wisatawan, bahkan di dominasi oleh orang tua. Keluarga kami yang terbilang sepuh, ikut bercampur dengan wisatawan lain di kolam 13 pancuran itu.

Sedangkan, kami yang muda, melanjutkan untuk sedikit turun dan mendekati air terjun yang berada di lokasi itu.

Air Terjun Guci sebelah kiri dengan kapasitas air yang panas

Sahabat, ada yang unik di sini, ada dua air terjun yang kami lihat. Di sisi kiri, air terjunnya dengan kapasitas air yang cukup panas, akan tetapi air terjun yang sebelah kanan yang berjarak hanya sekitar 10 meter, kondisi airnya berbeda, sangat dingin. Didalam sungainyapun terasa ada pembatas antara air panas dengan air dingin. Allahu Akbar.

Kembali Allah tunjukan kepada kami fenomena unik tersebut. Kami nikmati ciptaan Allah, kami puji keindahan-Nya. Canda, tawa kami lakukan disana. Berfoto kami lakukan di moment yang sangat jarang kami temukan.

Bahagiaku bersama mereka, bahagiaku melihat Istri dan Anakku tertawa. Ini juga yang pertama kalinya untuk anakku yang berusia tiga tahun menikmati wisata air terjun. Bahkan ia berkata kepadaku “Abi, ini air terjun ya? Ko airnya dari atas banyak sekali?bagus ya abi," tanya dan puji anakku atas keindahannya.

Waktu telah siang, sudah cukup lama kami berada didalam air. Kami memutuskan untuk siap-siap kembali pulang kerumah sanak saudara.

Ouiya sahabat, kata saudaraku, apabila kondisi mendung, mau siang atau sorepun, kabut pasti turun sehingga akan mengganggu jarak pandang kita nanti saat berkendara, karena menurut informasi, saat kabut turun, kendaraan kita sudah menggunakan lampu jarak jauhpun, pandangan kita paling jauh hanya 2 meter, cukup berbahaya. Ini sebagai informasi saja buat kalian apabila ingin berlibur kewisata alam guci.

Singkat cerita, kamipun kembali pulang kerumah sanak saudara kami yang berada di brebes dengan track yang sama saat kami berangkat. Sesampainya dirumah, canda dan tawa kami terus terbawa suasana dan sangat menikmati waktu-waktu itu. Di sisi lain, para ibu-ibu merencakan destinasi selanjutnya. Hingga akhirnya malampun tiba dan kami beriistirahat.

Hari Ketiga di Brebes

Di hari ketiga, kami berencana membeli oleh-oleh khas Brebes. Kami dipinjami mobil oleh saudara kami untuk wara wiri mencari oleh-oleh. Pukul 08.00 kami berangkat.

Kami dipinjami mobil Suzuki Carry 1.0 tahun 1990-an. Mobil tua sangat tua yaa? Hampir seusia saya. Hehehe..

Mobil Zukuki Carry yang Di Tumpangi untuk 20 orang

Kami ber-28 di pangkas menjadi 20 orang yang masuk kedalam mobil kecil itu. Agar muat, solusi yang kami lakukan adalah mencopot bangku tengah dan memberikan karpet.

Terfikirkan nggak 20 orang masuk dalam mobil kecil carry? Oke saya rincikan.

Saya sebagai supir, samping saya ada ayah saya, anak saya, dan adik sepupu saya. Sisanya 16 orang berada dibelakang. Seperti apa kondisinya? yang jelas kami sangat bahagia dengan kebersamaan ini dan mempunyai banyak cerita di Brebes ini.

Oleh-oleh yang wajib menjadi incaran kami, ada enam macam, diantaranya:

  1. Telor Asin
  2. Kerupuk Antor
  3. Tahu Aci
  4. Keripik Tahu
  5. Kacang Bogares
  6. Dan Lutopia.

Jam 10.00 sudah berlalu. Semua oleh-oleh sudah kami dapatkan dan saatnya kami kembali kerumah sanak saudara kami untuk packing pulang ke Jakarta dan Bekasi, karena pada pukul 14.00 kereta kami tiba di stasiun Brebes menuju Jakarta.

Packing-pun sudah kami lakukan, jam 12 kami melakukan Shalat zuhur dahulu di jamak dengan Ashar dan kemudian berpamitan serta langsung menuju stasiun Brebes menggunakan angkutan umum charteran yang sama seperti diawal kami berangkat.

Sesampainya di Stasiun Brebes, kami masih harus menunggu sekitar 30 menit untuk kedatangan kereta. Tepat pukul 14.00 kereta datang dan kami pulang ke Jakarta. Di dalam kereta banyak cerita yang tidak ada habisnya kami utarakan kembali selama kami berada di Kota Telor Asin itu. Hingga tak terasa pukul 18.00 kami tiba kembali di Stasiun Pasar Senen. Dan disitulah akhir perjalanan kami, kemudian kami kembali kerumah masing masing.

Sahabat gomuslim, seperti itulah perjalanan kami di Destinasi Wisata Guci Tegal. Semoga cerita kami dapat menjadi inspirasi para pelancong untuk menjadikan Guci sebagai salah satu destinasi tujuan.

Sebagai informasi, Guci Indah adalah Objek wisata yang berada di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Memiliki luas 210 Ha, terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter. Dari Kota Slawi berjarak ± 30 km, sedangkan dari Kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan. (hmz)


Back to Top