#Mudik2019

Serunya Mudik Jakarta-Lampung via Jalur Laut yang Aman, Nyaman, dan Selamat

gomuslim.co.id – Menjalani Ramadhan jauh dari keluarga sebenarnya bukanlah sebuah hal yang sulit. Bahkan Ramadhan kali ini adalah tahun ke Sembilan saya jauh dari keluarga. Tapi mudik, tetaplah menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu seperti kebanyakan perantau lain di Ibukota.

Secara etimologi ternyata Mudik memiliki makna yang menarik. Kata mudik berasal dari kata "udik" yang artinya selatan/hulu. Pada saat itu di Jakarta ada wilayah yang bernama Meruya Udik, Meruya Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir, dan sebagainya.

Pada saat Jakarta masih bernama Batavia, suplai hasil bumi daerah kota Batavia diambil dari wilayah-wilayah di luar tembok kota di selatan. Karena itu, ada nama wilayah Jakarta yang terkait dengan tumbuhan, seperti Kebon Jeruk, Kebon Kopi, Kebon Nanas, Kemanggisan, Duren Kalibata, dan sebagainya. Para petani dan pedagang hasil bumi tersebut membawa dagangannya melalui sungai. Dari situlah muncul istilah milir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik. Mudik atau menuju udik saat pulang dari kota kembali ke ladangnya, begitu terus secara berulang kali.

Sekarang, Mudik diartikan sebagai kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Singkat cerita, saya memutuskan untuk menggunakan DAMRI sebagai alat transportasi. Sebenarnya, saya adalah orang yang menyukai perjalanan. Biasanya, saat pulang atau pergi ke Lampung saya memilih untuk bus by bus, karena saya cukup hafal rute dan waktu tempuh yang hanya tak lebih dari 12 jam.

Memilih menumpang bus DAMRI seperti saat pertamakali ke Jakarta adalah karena barang-barang yang cukup banyak, ditambah dimulainya arus Mudik menjadi kekhawatiranku tersendiri. Alasan keamanan adalah utama, apalagi saya pergi dalam kondisi berpuasa dan memilih tidak mengambil rukhsah puasa karena masih bisa menjalaninya.

Mudik dengan Kapal Laut

Pulau Jawa dan Sumatera dipisahkan oleh Selat Sunda. Keduanya dihubungkan oleh transportasi laut yakni Kapal Ferry. Diandingkan lima hingga sepuluh tahun yang lalu, perbaikan fasilitas dan infrastruktur sungguh jauh lebih baik sehingga perjalanan Lampung dan Jakarta lebih mudah dan cepat.

 

 

Apalagi kali ini saya menggunakan armada DAMRI jadi saya tak perlu berhenti dan mencari transportasi ditengah hiruk pikik jelang arus Mudik. Kapal yang saya naiki sungguh besar, dengan dominan cat berwarna putih yang membuat kesan bersih dan luas. Ketika sampai di pelabuhan Merak, kami para penumpang DAMRI langsung diajak ke ruang penumpang, para penumpang bebas memilih ruang ekonomi, maupun VIP yang berbayar untuk mendapat fasilitas lebih seperti AC dan bantal.

Sekitar dua jam perjalanan kami menyebrangi selat sunda, petugas kapal mengumumkan imbauan bahwa kami segera bersandar ke pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Kami bergegas kembali ke kendaraan kami masing-masing. Saya tentu mencari armada DAMRI yang saya naiki, tentu sebelumnya saya mengingat nomor armada dan nomor polisi di bagian depan bus.

 

 

Perjalanan nyaris tak terasa, karena kini ada Tol Lintas Sumatera di Lampung. Sebelumnya, Bakauheni – Bandar Lampung dapat ditempuh selama tiga jam kini dapat dilalui hanya satu hingga satu setengah jam.

 

 

Senangnya, dapat Mudik ke Lampung dengan selamat serta nyaman dan cepat. Alhamdulillah


Back to Top