Mengisi Libur Lebaran ke Pantai Labuhan Jukung Krui Pesisir Barat Lampung

gomuslim.co.id – Seperti orang pada umumnya, saya juga tak ingin melewatkan libur lebaran habis begitu saja. Sebelum pulang ke perantauan saya harus memastikan diri untuk puas ber-quality time bersama keluarga dan kerabat terdekat. Ssst, sedikit tips ya dari saya, yaitu untuk mengurangi penggunaan handphone dalam bermain sosmed serta nonton video di youtube seperti yang biasa saya lakukan di perantauan.

Selain itu, berlibur tentu saja! Kali ini, kami sekeluarga memilih pergi ke pantai. Setelah di tahun-tahun sebelumnya kami memilih danau, perbukitan untuk piknik lebaran. Kali ini kami memilih pantai meski jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami.

Oh ya, untuk diketahui saya dan keluarga tinggal di Lampung. Tepatnya di Lampung Barat yakni kabupaten paling ujung dari provinsi Lampung. Daerah Lampung barat adalah daerah pegunungan, yang dikelilingi Gunung Seminung, Gunung Pesagi, Gunung Sekincau serta Bukit Barisan Selatan dengan Kopi, Lada serta Sayur Mayur sebagai komoditas utama. Bisa dibayangkan udara yang sejuk, rumah yang tak terlalu rapat, serta jalanan yang tak terlalu ramai karena mayoritas profesi adalah sebagai Petani dan Pedagang.

 

 

Lampung Barat berbatasan langsung dengan kabupaten Pesisir Barat. Berbeda dengan Lampung Barat, Pesisir Barat dipenuhi dengan pantai-pantainya yang indah, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Namun, banyak juga yang memilih sebagai peternak sapi atau petani damar.

 

Menuju Krui dengan Melewati Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Kubu Perahu

Sudah jelas dong ya, kami memilih pergi ke pantai yang berada di Krui, Pesisir Barat. Diantara banyaknya spot indah di Pesbar (demikian orang menyebutnya) kami pergi ke Pantai Labuhan Jukung karena yang paling mudah dijangkau dibanding Pantai Tanjung Setia, Pulau Pisang, Batu Tihang, Pantai Pugung, dan lain sebagainya.

 

 

Kami pergi dengan dua mobil dan satu motor. Saya menggunakan motor karena ingin lebih menikmati perjalanan yang akan melewati hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Saya membayangkan jalan yang dingin, sempit, tapi bisa bebas melihat lebatnya hutan, siamang yang bergelantungan bahkan air terjun di pinggir jalan. Menarik bukan? Sayangnya karena alasan keamanan saya nyaris tak berhenti untuk mengabadikan dalam bentuk foto.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, sampailah kami di Pantai Labuhan Jukung Krui. Kami segera mencari tempat yang nyaman ke arah Selatan yang cukup jauh dari tugu Labuhan Jukung Krui.

 

 

Pantai-pantai yang berada di Krui memang tak bisa ditawar keindahannya. Bahkan banyak turis mancanegara berburu ombak di Krui. Apalagi masa-masa libur lebaran seperti ini, nyaris setiap bibir pantai dipenuhi pengunjung yang berlibur menghabiskan liburannya. Belum lagi pasirnya yang bersih sangat aman dan ramah bagi anak-anak. 

 

 

 

Iwa Tuhuk, Ikan yang Jadi Ikon Daerah Pesisir Barat

Krui, Pesisir Barat memiliki ikon yang sudah dikenal yakni Ikan Tuhuk atau orang Lampung menyebutnya dengan Iwa Tuhuk. Ikan Tuhuk atau dengan nama lain Ikan Blue Marlin banyak ditemukan di perairan Krui yang merupakan bagian kecil dari Samudera Hindia. Tak jarang warga sekitar menyebut ikan Tuhuk sebagai Ikan Indosiar karena juga memiliki sayap dan bisa terbang. Memang untuk mendapatkan cukup memakan waktu yang lama dan melelahkan mengingatnya ukurannya yang besar dan berat. Ikan Blue Marlin rata-rata memiliki bobot sebesar 50 kg. Nelayan menjualnya dengan harga Rp. 50.000,- per kg.

 

 

Selain dijual dalam bentuk mentah, banyak rumah makan sekitar yang menyediakan dalam bentuk olahan. Sate Ikan Tuhuk dan Bakso Ikan Tuhuk seolah menjadi penanda bagi turis lokal maupun asing yang sudah berkunjung ke pesisir Barat. Oh ya, di daerah pesisir Barat masih banyak spot indah yang tidak memberlakukan tiket masuk loh. Jadi liburan kesini dijamin akan lebih murah, ditambah warga sekitar yang ramah dan bersahabat.

 

 

Sayangnya, cuaca yang mendung mengharuskan kami untuk segera pulang. Kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya, saya tak sempat menyisir tiap spot pantai yang ada di Krui. Tapi memang liburan selalu begitu, semacam membuat kecanduan yang tak ada habisnya! (nov/dbs/gomuslim)


Back to Top