#HalalTripToThailandWithCheriaHoliday

Hari Kedua di Thailand, Berkunjung ke Wat Arun Sungai Chao Phraya sampai Menikmati Senja di Pattaya

gomuslim.co.id Sahabat gomuslim, pada tulisan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman perjalanan hari kedua, yaitu Rabu, (25/09/2019) di Thailand. Bersama grup tur Cheria Holiday, kami berangkat pagi setelah sarapan pagi dan check out dari Hotel Pertama di Kota Bangkok, yang kami singgahi semalam; Aunchaleena Hotel.

Pada perjalanan kali ini, kami berangkat menuju Sungai Chao Phraya, Thailand untuk menyebrang menuju Wat Arun, sebuah destinasi wajib yang wajib dikunjungi di Negara ini yang mempunyai kisah historis di dalamnya. Transportasi yang kami gunakan adalah sebuah perahu berukuran cukup besar yang juga banyak diisi para turis lokal maupun asing. Ada tiket khusus untuk naik perahu ini dan sampai masuk ke Wat Arun Temple.

Kepada grup tur, Mr. Mark, tour Leader kami selama di Thailand mengatakan Sungai Chao Phraya ini merupakan sungai terpanjang di Thailand. Karena berjarak 372 km yang bermuara di teluk siam, Laut China Selatan, Pattaya, Thailand.

Sebelum sampai di Wat Arun, Mr. Mark juga berbagi cerita kepada kami untuk tetap menjaga kesopanan perilaku dan ucapan selama menjelajahi temple tersebut.

“Karena ini tempat bersejarah, jadi warga Thailand sangat menjaganya. Oiya, satu lagi tips wisata di sini. Kita jangan bilang “kuil” ya.. karena kalau di sini istilah kuil itu untuk alat kelamin laki-laki. Jadi nanti di dalam kita pakai bahasa temple saja atau langsung sebut Wat Arun,” kata Mr. Mark.

Sesampainya di Wat Arun, traveler disuguhkan bangunan khas Thailand yang menjadi spot-spot foto yang apik oleh para turis. Hari itu Wat Arun cukup ramai pengujung. Karena cuaca yang cukup panas, sangat disarankan traveler mengenakan topi atau membawa payung. Oiya, di sini traveler juga bisa menyewa baju adat Thailand, semacam long dress dengan hiasan kepala. Tapi, kami tidak mencobanya karena harganya yang lumayan. Alhasil, seorang kawan di grup tur malah berfoto dengan turis lain yang mengenakan baju adat tersebut.

 

Baca juga:

Hari Pertama di Thailand, Mencicipi Makanan Halal di Mal Ramah Muslim Kota Bangkok

 

Di dalam Wat Arun, turis bisa mengambil foto di banyak spot bersejarah. Jika traveler mau, kita bisa naik ke tangga paling atas untuk melihat isi Wat Arun dan berfoto di spot-spot bersejarah lainnya di sekitar temple ini. Karena waktu itu cuaca cukup panas, beberapa dari anggota grup tur memilih untuk berfoto di anak tangga Wat Arun yang di bawah saja. Sedangkan beberapa yang lain berbelanja di pasar tradisional yang berlokasi di samping Wat Arun.

Pasar ini sangat direkomendasikan untuk traveler singgahi untuk berbelanja. Selain harganya murah, para penjual di sini juga bisa berbahas Melayu/Indonesia meski tidak begitu lancar. Ditambah traveler Indonesia juga bisa menggunakan uang rupiah untuk berbelanja di sini.

Apa saja yang dijual? Kebanyakan adalah souvenir yang bisa kita beli borongan, seperti gantungan kunci, dompet kecil, tempelan kulkas, sampai kaos bertuliskan “Thailand” dengan beragam motif, warna, dan harga.

Setelah selesai berkunjung ke Wat Arun dan berbelanja beberapa souvenir di pasarnya, kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di Al Hilal Restaurant atau yang biasa disebut Chansiaw Halal Restaurant. Menu makan siang kami kali ini dengan konsep set menu halal di atas meja sudah tersedia makanan khas Thailand dengan ikan, sayur-sayuran, dan tentu dengan tom yam kuah.

Tak hanya makanan halal, restoran ini juga dilengkapi dengan toilet yang bersih dan ruang salat yang nyaman. Di dalamnya ada etalase beberapa produk makanan khas Thailand yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Untuk camilan di mobil menuju Pattaya, saya membeli es krim cendol khas Thailand yang memiliki rasa yang unik seharga 20 Bath atau sekira Rp 9000.

Setelah selesai makan siang, kami berangkat menuju Pattaya. Sebelum masuk Pattaya kami juga singgah di dua tempat wisata lagi. Menurut Mr. Mark, ini adalah destiansi yang wajib dikunjungi turis di Thailand, karena merupakan program pemerintah. Jika ada turis yang tidak ikut berkunjung ke tempat ini, maka akan dikenakan denda sesuai aturan yang berlaku. Tempat tersebut adalah toko permata dan sebuah pabrik plus peternakan madu.

Destinasi Wajib di Thailand

Pada toko pertama Gems Jewerly, kami ditunjukan beragam produk perhiasan yang adalah produk unggulan di Negara ini. Selanjutnya di Honey Bee Farm, kami diajak berkeliling peternakan lebah untuk diberi pengetahuan tentang peternakan lebah yang dilakukan di Thailand ini sampai ke toko yang menjual beragam makanan, minuman, produk kecantikan, sampai obat herbal yang berbahan madu.



Tiba di Pattaya

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Pattaya selama kurang lebih dua jam dengan mobil elf yang kami tumpangi selama di Thailand ini. Sampai di Pattaya, kami tiba di  Frost Magical Ice of Siam. Tempat ini adalah ruangan indoor yang menyuguhkan suasana es dengan beragam pilihan spot foto yang menarik, baik di dalam ruangan, maupun di luarnya. Para pengujung akan disewakan jaket dan diberi kupon untuk ditukarkan dengan soft drink di dalam café es tersebut.

Di tempat ini kami berfoto dan menikmati setiap suasananya, mulai dari seluncuran yang terbuat dari es sampai minuman yang bisa kita tukarkan degan kupon pun terbuat dari es.

Setelah dari wisata es ala Pattaya itu, kami diajak menuju Pattaya Beach. Pas waktu senja, kami berfoto dengan berlatar langit senja kota pattaya yang indah.

Makanan Halal di Pattaya

Sedangkan malamnya, kami makan di A-one Royal Cruise (buffet halal). pada restoran halal kali ini kami disuguhkan makanan khas Thailand dengan konsep prasmanan "all you can eat". Restoran yang berlokasi di lantai dasar sebuah hotel berbintang di Kota Pattaya ini bisa menjadi rekomendasi kamu yang mencari makanan halal di kota wisata Pattaya ini. Makanannya pun beragam, mulai dari nasi goreng, buah-buahan, es krim, salad sayur, sup ikan patin, sampai hidangan sea food bakar yang menggugah selera.

Selesai makan malam, kami diantar untuk menginap semalam di T Six 5 Hotel. kata Mr. Mark, hotel ini adalah salah satu hotel khusus muslim yang terkenal di Pattaya. keunggulannya, hotel ini berbeda gedung sednirid engan dua hotel lainnya dengan makanan halal " no pork" yang disediakan di restoran khusus di lantai dasar hotel ini.

Jadwal pada hari kedua ini membuat kami memilih istirahat di hotel, karena besok Kamis, (26/09/2019) kami akan kembali berkeliling Pattaya dan sore hari kembali ke Bangkok.

Tunggu cerita perjalanan selanjutnya dari #HalalTripToThailandWithCheriaHoliday hanya di gomuslim.co.id!

 

 

Baca juga:

Muslim Travelers, Ini Pilihan Resto Halal di Pattaya Thailand


Back to Top