#gomuslimGoestoHalalTripTaiwan

Ini Aplikasi Halal Taiwan Karya Anak Bangsa

gomuslim.co.id – Taiwan merupakan salah satu Negara yang aktif menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah dan nyaman Muslim. Beragam fasilitas untuk memenuhi kebutuhan ibadah muslim mulai hadir. Mulai dari masjid atau mushala, restoran halal sampai hotel ramah muslim.  

Tidak hanya itu, Taiwan juga mempunyai aplikasi Halal.Taiwan (Halal.TW). Aplikasi yang dapat didownload melalui Playstore dan Appstore ini menghimpun semua informasi fasilitas untuk kemudahan muslim selama di pulau Formosa.  

Siapa sangka, ternyata aplikasi halal yang hadir sejak 2016 ini merupakan karya kelompok mahasiswa asal Indonesia. gomuslim berkesempatan mewawancarai salah satu tim pembuat aplikasi ini dalam program Familiarization Trip beberapa waktu lalu. Namanya Iman Adipurnama, Ph.D.  

Cerita Pembuatan Aplikasi Halal Taiwan

Pria kelahiran Bandung, 30 Desember 1987 ini bercerita, alasan dirinya bersama tim membuat aplikasi halal ini karena mengalami kesulitan mengakses makanan halal di Taiwan. Ketika datang ke Taiwan pada 2012, informasi tentang produk halal dan tempat ibadah muslim masih minim.

“Kami buat Aplikasi Halal Taiwan pada 2016. Waktu itu, sama temen-temen muslim lain sering menemui kendala sulit dapat makanan halal. Walaupun kita dapat, tapi tetap kita butuh informasi dan akses yang terkumpul dalam satu platform,” ujar Project Assistant Professor di Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan ini.

Pada saat bersamaan, temannya diminta membantu Chinese Muslim Association (CMA) Taiwan untuk mendata (list) restoran dan masjid. “Temen saya, namanya Haziq seorang programmer. Dia memang kenal sama orang-orang CMA dan diminta tolong untuk maping, bikin coding. Terus dia mikir kan, dan mengajak saya dan temen-teman lain bikin aplikasinya,” katanya.

Pada tahun 2017, bersama tim nya, ia membuat start up resmi dan sign agreement dengan CMA. Setiap ada penambahan list terkait tempat ibadah, restoran halal atau hotel ramah muslim, pihaknya langsung mengolah agar masuk ke aplikasi.

“CMA ini sebenarnya seperti MUI kalau di Indonesia. Asosiasi inilah yang punya kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat halal selain masjid. Mereka kan punya list. Nah, setiap dapat list, kita langsung olah dan dimasukan ke dalam aplikasi. Kita bikin informasinya semenarik mungkin,” ungkapnya.

Dari aplikasi tersebut, lanjutnya, pengguna dapat terbantu. Karena di kota Taiwan mana pun si pengguna tinggal, informasi tentang fasilitas muslim akan tersaji di aplikasi. “Pengguna akan tahu ada berapa banyak restoran halalnya, ada masjid terdekat atau tidak,” ucapnya.

Untuk memastikan kebenaran data, biasanya Iman bersama teman-temannya mendatangi restoran yang sudah masuk list CMA beberapa kali dalam sebulan. Mereka kemudian mengambil foto dan mewawancara pemilik restoran.

“Kalau memang bener ada, kita masukin ke aplikasi. Kemudian ketika restoran halal ingin dibantu mencari pengunjung. Si pengunjung kan gak tau mesti ke mana. Dari domain ini kita coba bantu restoran ini supaya bisa dikenal. Kita bikin review kecil-kecilan di blog. Tapi sekarang agak vakum karena lagi lebih fokus ke pengembangan aplikasi,” ujarnya.

Terkait pembaharuan data, CMA selalu mengirim data baru setiap semester. Data tersebut mencakup restoran yang diperbaharui (sertifikat halalnya) dan restoran baru. “Dalam setahun, rata-rata pertambahaan restoran halal ada 5-10. Dengan catatan, beberapa yang misalnya tidak diperpanjang sertifikat halalnya. Ada juga yang 3-4 yang tutup, selebihnya baru,” tuturnya.

Pengurusan Sertifikat Halal di Taiwan

Menurut lulusan ITB Bandung ini, pengurusan sertifikat halal di Taiwan tidak terlalu sulit. Asal si pemilik menghubungi CMA dan mengisi formulir, tahap selanjutnya akan ada peninjauan dari tim auditor.

“Kalau ada kekurangan misalnya, biasanya ada kayak revisi, harus kayak gini, kayak gitu. Hotel-hotel yang mau bikin friendly muslim, pasti ditinjau dapurnya kayak gimana, kamarnya, tidak menjual minuman keras, atau bahan-bahan yang tidak halal dan lainnya. CMA ini ketat banget, kalau ada yang beda dikit, harus diubah,” katanya.

 

Baca juga:

Sensasi Terbang di Kota Kaohsiung dengan i-Ride Experience Center

 

Jika pemilik restoran atau hotel muslim dan penduduk asli Taiwan biasanya akan lebih mudah. “Tapi kebanyakan pemilik restoran itu istri atau suaminya orang sini. Itu untuk mempermudah. Data di aplikasi sekarang ada 300 yang mencakup restoran halal, masjid, toko dan hotel ramah muslim,” ucapnya.

Tentang Aplikasi Halal Taiwan

Aplikasi Halal Taiwan ini hadir untuk mempermudah pengguna dalam menemukan tempat-tempat Halal di Taiwan mulai dari restoran, hotel, masjid dan mushola. Pengguna tidak harus "masuk" (login) ke aplikasi untuk penjelajahan ini. Pengguna hanya diharuskan login jika ingin memberikan ulasan terhadap tempat-tempat bersangkutan.

Setelah memberikan minimal 3 (tiga) ulasan ke dalam aplikasi, pengguna akan dipromosikan sebagai "Pemburu" (Hunter). Seorang Pemburu berhak untuk mengolah data tempat Halal (tambah, ubah dan hapus).  Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna mendonasikan uang ke sejumlah organisasi, termasuk Kementerian Pendidikan Taiwan.

Beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi ini diantaranya info tempat Halal terdekat di peta, melakukan panggilan atau cek rute perjalanan langsung dari HP, cari kuliner Halal (restoran, toko, kafe), cari hotel dan tempat wisata, cari masjid dan tempat Islami di Taiwan, saring hasil pencarian berdasarkan kota dan stasiun (MRT, TRA, HSR).

Aplikasi ini menggunakan teknologi sinkronisasi lokal, yang mana data akan disimpan ke dalam media penyimpanan lokal di HP pengguna. Artinya, pengguna tidak harus selalu tersambung ke Internet untuk menggunakan aplikasi. Setiap perubahan yang pengguna lakukan selama tidak tersambung ke Internet akan disetor saat sudah kembali tersambung.

Adapun, aplikasi ini tercatat telah diunduh lebih dari 6.000 kali dengan informasi lengkap terkait lokasi dan nomor telepon sekitar 300 restoran, toko, hotel, dan ruang shalat. Ada empat bahasa yang tersedia di aplikasi ini, di antaranya bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, dan Melayu. (njs)

 

Berikut link aplikasi Halal.TW:

https://play.google.com/store/apps/details?id=tw.halal.halal_tw&hl=in

 

 

Baca juga:

Pier-2 Art Center, Destinasi Unik dan Artistik di Selatan Taiwan


Back to Top