#PanduanKurban

Ini Syarat dan Ketentuan Hewan Kurban untuk Kambing dan Sapi

gomuslim.co.id – Idul Adha merupakan hari raya besar kedua dalam Islam setelah Idul Fitri. Pada hari besar ini, sebagian umat Islam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Selain haji, ada satu ibadah utama lagi yang sangat dianjurkan untuk umat Islam, yakni ibadah kurban.  

Secara bahasa, kurban berasal dari bahasa Arab, qaraba-yaqrabu-qurban yang artinya dekat atau mendekatkan. Sedangkan secara istilah, kurban adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana dan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum berkurban sendiri bagi muslim adalah sunnah muakad atau sunnah yang sangat di anjurkan (dikuatkan). Ini sebagaimana dalam ayat Alquran Surat Al Kautsar ayat 2 yang artinya “Maka Laksanakanlah Shalat dan Berkurbanlah”.

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).

Sahabat gomuslim, berkurban adalah amal ibadah yang amat agung karena punya makna pembenahan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Kurban dianjurkan setiap tahun sekali seperti puasa Arafah, yaitu amalan yang dianjurkan setiap tahun sekali.

Artinya setiap kali datang bulan haji, maka setiap dari kita diperintahkan untuk berkurban. Bukan seperti pemahaman sebagian orang yang menganggap bahwa kurban itu dianjurkan sekali seumur hidup.

Pada pembahasan kali ini, gomuslim akan mencoba membahas tentang syarat dan ketentuan hewan kurban. Lebih khusus pada hewan kurban kambing dan sapi yang banyak dipilih masyarakat muslim Indonesia. Berikut rangkumannya:

 

Umur Hewan Kurban

Untuk kambing, sejumlah ulama sepakat bahwa umur hewan kambing yang akan dikurbankan adalah 1-2 tahun atau tsaniyyah (berusia setahun penuh atau lebih) atau sudah berganti giginya. Hal tersebut diterapkan agar daging kambing yang dikurban lebih banyak dibanding umur yang masih 1 tahun di bawah.

Sementara untuk sapi beberapa ulama telah memutuskan bahwa batas minimal umur hewan itu adalah 2 tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sebab pada usia tersebut baik sapi maupun kerbau telah menginjak masa remaja sehingga memiliki lebih banyak daging dan lemak.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasannya Rasulullah saw bersabda., “Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang telah berganti gigi kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba” (HR. Muslim)

 

Hewan Kurban Sehat dan Sempurna

Selanjutnya, syarat hewan yang akan dikurbankan adalah harus sehat, tidak cacat (bebas dari cacat) yang mencegah keabsahannya. Nabi SAW menjelaskan dalam hadits bahwa hewan kurban tidak sah jika hewan kurbannya:

1. Matanya buta, baik sebelah maupun keduanya.

2. Sakit yang jelas atau fisik hewan sakit

3. Kaki hewan pincang

4. Badan hewan kurus, tidak mempunyai sumsum tulang atau tidak berlemak

 

Meski demikian, ada beberapa cacat hewan yang tidak menghalangi sahnya ibadah kurban, yaitu hewan yang dikebiri dan hewan yang pecah tanduknya.

Adapun cacat hewan yang putus telinga atau ekornya, tetap tidak sah untuk dijadikan kurban. Hal tersebut dikarenakan cacat yang pertama tidak mengakibatkan dagingnya berkurang (cacat batin), sedangkan cacat yang kedua mengakibatkan dagingnya berkurang (cacat fisik).

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak bisa dilaksanakan qurban binatang yang pincang, yang nampak sekali pincangnya, yang buta sebelah matanya dan nampak sekali butanya, yang sakit dan nampak sekali sakitnya dan binatang yang kurus yang tidak berdaging.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban yaitu, yang rusak matanya, yang sakit, yang pincang, yang kurus dan tidak berlemak lagi.” (HR Ahmad)

Maka, hewan kurban yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Misalnya, hewan tersebut gemuk, dagingnya banyak, bentuk fisiknya sempurna dan bagus.

Untuk jenis kelamin hewan sendiri bisa jantan maupun betina. Namun, sangat disarankan agar hewan yang dikurbankan adalah hewan jantan. Karena ketika kurban hewan betina, dikhawatirkan hewan ini sedang mengandung.

 

Hewan Kurban Milik Pekurban

Tentu saja hewan yang akan dikurbankan haruslah milik dari orang yang akan berkurban. Dengan kata lain, hewan tersebut harulah hewan yang diperoleh secara halal dan dimiliki dengan akad yang halal pula.

Artinya, tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

Ketentuan satu ekor kambing hanya untuk 1 orang. Jika ada orang bergabung 2 atau 3 akan tetapi menyembelihnya adalah 1 kambing maka hal tersebut adalah tidak sah.

Sedangkan untuk satu ekor sapi bisa untuk satu orang, atau dibagi 7 orang. Artinya, tujuh orang patungan untuk kurban seekor sapi, pahalanya mencakup dari tujuh orang yang ikut patungan tersebut.

Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

Adapun waktu penyembelihan hewan kurban yang ditentukan syariat Islam yakni saat Idul Adha (10 Dzulhijah) atau 3 hari setelahnya yakni hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijah). Jika penyembelihan hewan dilakukan selain di waktu-waktu tersebut, maka bukan lagi disebut kurban, melainkan hanya sedekah biasa. (jms)

 

 

Sumber:

Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637)

Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833)

Al-Muhalla (VIII/30)

Buya Yahya. Fikih Qurban. Pustaka Al Bahjah

Muh Jurianto. Fikih Kurban. El Bukhari Institute

Panduan Qurban. Bimas Islam Kemenag

Komentar

Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top