#PanduanKurban

Begini Ketentuan Kurban untuk Satu Keluarga

gomuslim.co.id – Kurban adalah salah satu syariat yang dibawa Nabi Ibrahim AS, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat As-Shaffat ayat 107. Syariat ini kemudian diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW setiap Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik (11,12 dan 13 Dzulhijjah).

“..Dan Kami tebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan (kambing) yang besar”. (QS As-Shaffat:107).

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”. (QS Al Kautsar ayat 2).

Ibadah kurban artinya penyembelihan hewan tertentu baik sapi, kambing atau unta dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kurban hanya dilaksanakan pada hari tertentu yakni setelah shalat Idul Adha dan hari tasyrik.

Dalam beberapa keterangan, ketentuan kurban untuk satu ekor kambing atau domba hanya bisa digunakan untuk satu orang. Sedangkan untuk kurban satu ekor sapi atau unta, bisa digunakan untuk tujuh orang. Artinya, tujuh orang boleh patungan membeli satu ekor sapi atau unta untuk diniatkan kurban bersama.

Lalu bagaimana dengan kurban satu ekor kambing untuk keluarga? Apakah dibolehkan? Pada dasarnya, secara fikih formal, kurban satu ekor kambing adalah untuk satu orang. Jadi tidak sah jika ada orang bergabung 2 atau 3 orang tetapi menyembelih satu ekor kambing.

Namun, dari sisi pahala kurban, satu ekor kambing bisa berbagi pahala untuk satu keluarga. Artinya, dibolehkan menyertakan orang lain atau keluarganya dalam pahala kurban untuk satu kambing tersebut. Jadi dua hal ini harus dipisahkan, antara kurban dan pahala.

Dalam hadits dari Abu Ayyub RA mengatakan, “Pada masa Rasulullah SAW, seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, ia menilainya shahih, Minhaajul Muslim, Hal. 264 dan 266).

Nabi SAW sendiri berkurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud: Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah ini, kurban, dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.” (HR. Abu Daud, no.2810 dan Al-Hakim 4:229 dan dishahihkan Syekh Al-Albani dalam Al Irwa’ 4:349).

Mengenai ketentuan kambing hanya boleh untuk satu orang dan sapi untuk tujuh orang adalah dari sisi biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang.

Sebagai contoh, satu keluarga terdiri dari 8 orang dengan rincian 2 suami istri dan 6 anak-anak. Kemudian mereka hanya memiliki 1 kambing sehingga hanya menyembelih 1 kambing untuk salah satu dari mereka yang memenuhi syarat kurban.  Maka yang menyembelih 1 kambing tersebut telah melaksanakan sunnah ainiyah dan yang lainya secara otomatis terikutkan dalam sunnah kifayah.

 

Baca juga:

Kandang Qurban, Marketplace Penyedia Hewan Kurban Berkualitas Terbaik dari Peternak Lokal

 

Sunnah Kifayah dalam Kurban

Dalam madzhab Syafi’i, hukum kurban untuk satu keluarga adalah sunnah kifayah, artinya jika sebagian sudah melakukannya, maka yang sunnah berarti sudah dilakukan. Namun jika satu rumah tidak ada yang berkurban, hal itu dimakruhkan.

Sunnah Kifayah adalah jika ada sebuah keluarga terdiri dari 8 orang dan kemudian salah satu dari mereka telah menyembelih 1 kurban, maka gugurlah tuntutan kesunnahan bagi yang lainnya. Biarpun jika mereka semua ingin berkurban tetap mendapatkan pahala kesunnahaan.

Seperti halnya fardu kifayah, jika ada orang Muslim meninggal dunia di kampung kita, maka wajib atas kita semua untuk mensholatinya. Akan tetapi jika sudah ada segelintir orang yang mensholatinya maka gugurlah tuntutan kewajiban bagi yang lainnnya.

Biarpun bagi yang lain jika ingin melakukan sholat jenazah tetap mendapatkan pahala biarpun sudah ada yang melakukannya. Perbedaannya adalah jika dalam kurban merupakan sunnah kifayah dan di dalam shalat jenazah adalah fardu kifayah.

Batasan Anggota Keluarga dalam Pahala Kurban

Adapun, batasan anggota dalam satu keluarga terkait pahala kurban satu ekor kambing harus memenuhi syarat berikut. Pertama, anggota keluarga yang tinggal bersama atau satu rumah. Kedua, istri, anak atau masih mempunyai hubungan kekerabatan. Ketiga, anggota keluarga adalah orang yang masih dalam tanggungan nafkah kepala keluarga.

Jika tiga syarat di atas terpenuhi, maka cukup satu yang berkurban dalam satu keluarga dan lainnya jadi gugur. Namun dalam hal pahala, satu keluarga yang satu atap tersebut akan mendapatinya. (jms)

Wallahu a’lam Bishawab

 

 

Sumber:

Buya Yahya. Fiqih Qurban. Pustaka Al Bahjah

Muh Jurianto. Fikih Kurban. El Bukhari

Konsultasi Syariah

Panduan Kurban Praktis

Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 5: 78 dan Kifayah Al-Akhyar.

 

 

Baca juga:

Jual Hewan Kurban Kualitas Terbaik, Ini Daftar Harga di Kandang Qurban

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top