#UlamaPerempuanIndonesia

Zakiah Daradjat, Muslimah Pelopor Psikologi Islam di Indonesia

gomuslim.co.id – Namanya terkenal sebagai spelopor pendidikan agama Islam di sekolah umum. Tak hanya itu, beliau juga terkenal sebagai pelopor psikologi Islam di Indonesia berkat pendidikan tinggi di Mesir dan kiprahnya di bidang psikologi yang mumpuni. Sosok muslimah yang satu ini patut menjadi teladan kita.

Adalah  Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat (lahir di Jorong Koto Marapak, Nagari Lambah, Ampek Angkek, Agam, Sumatra Barat, 6 November 1929 yang merupakan pakar psikologi Islam. Berkarier di Departeman Agama Indonesia selama 30 tahun sejak 1964, ia menghabiskan sisa umurnya sebagai pendidik dan guru besar ilmu psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktor di Mesir pada 1964, Zakiah membagi waktu bekerja dan membuka praktik konsultasi psikologi. Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Pendidikan Agama dan Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam di Kementerian Agama, bertanggung jawab atas kebijakan dan eksistensi lembaga-lembaga pendidikan Islam.

Pemikiran Zakiah Daradjat di bidang pendidikan agama banyak mempengaruhi wajah sistem pendidikan di Indonesia. Ia membidani lahirnya kebijakan pembaruan madrasah dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Menteri Agama, Mendikbud, dan Mendagri) pada tahun 1975.  Melalui surat keputusan tersebut, Zakiah menginginkan peningkatan penghargaan terhadap status madrasah, salah satunya dengan memberikan pengetahuan umum 70 persen dan pengetahuan agama 30 persen.  Aturan yang dipakai hingga kini di sekolah-sekolah agama Indonesia ini memungkinkan lulusan madrasah berbagai jenjang diterima di sekolah maupun perguruan tinggi umum.

Zakiah merupakan satu-satunya perempuan di Dewan Pertimbangan Agung periode 1983–1988 dan pernah menjadi anggota MPR-RI periode 1992–1997. Selain itu, ia adalah perempuan pertama yang menjabat salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengetuai bidang urusan keluarga dan anak pada masa kepimpinan Hasan Basri.

Masa Kecil Zakiah Daradjat

Ayahnya, Haji Daradjat Husain aktif dalam pergerakan Muhammadiyah sementara ibunya, Rafiah adalah anggota Sarekat Islam. Beliau adalah anak tertua dari 11 bersaudara, termasuk lima adik lain ibu. Sejak kecil Zakiah Daradjat telah ditempa pendidikan agama yang kuat.

Kiah, panggilan masa kecilnya, sudah dibiasakan oleh ibunya untuk menghadiri pengajian-pengajian agama dan dilatih berpidato oleh ayahnya. Sebelum Zakiah Daradjat Psikolog Indonesia terkenal.

Pada usia tujuh tahun, Zakiah sudah mulai memasuki sekolah. Pagi beliau belajar di Standard School Muhammadiyah dan sorenya belajar lagi di Diniyah School. Semasa sekolah beliau memperlihatkan minat cukup besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan agama.

Saat masih duduk di bangku kelas empat SD, beliau berpidato pertama kali di hadapan guru dan kakak kelasnya. Beliau mendapat tugas dari gurunya waktu itu untuk berpidato pada acara perpisahan sekolah.

Setelah tamat pada 1941, Zakiah masuk ke salah satu SMP di Padang Panjang sambil mengikuti sekolah agama di Kulliyatul Muballighat, kursus calon mubalig. Ilmu-ilmu yang diperolehnya dari Kulliyatul Mubalighat kelak ikut mendorongnya untuk menjadi mubalig.

Pada tahun 1951, beliau menamatkan pendidikan SMA di Bukittinggi. Sebelumnya, beliau pernah belajar di Sekolah Asisten Apoteker, tetapi tidak diteruskannya akibat Agresi Militer Belanda II yang diikuti pembumihangusan Bukittinggi.

Setelah itu, beliau meninggalkan kampung halamannya menjalani pendidikan tinggi di Yogyakarta. Beliau mendaftar dan lulus di dua perguruan tinggi dengan fakultas yang berbeda, yaitu: Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII).

Sekolah Psikologi Islam di Mesir

Zakiah merupakan perempuan Indonesia pertama yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 pada Ein Shams University, Faculty of Education Mental Hygiene Department di Cairo, Mesir. Gelar master dalam bidang Mental Hygiene diraihnya pada tahun 1959 dan gelar Ph.D tahun 1964. Disertasi doktornya telah diterbitkan berjudul “Perawatan Jiwa Untuk Anak-Anak”. Pada tanggal 1 Oktober 1982 Zakiah Daradjat dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Bidang Ilmu Jiwa Agama.

Pada tahun 1956, setahun setelah Konferensi Asia–Afrika yang dilangsungkan di Indonesia, Zakiah mendapat tawaran beasiswa ikatan dinas dari Departemen Agama untuk kuliah ke Mesir, seiring kerja sama pemerintah Indonesia dengan Mesir. Ia diterima di Fakultas Pendidikan Universitas Ain Shams, Kairo tanpa tes untuk program S-2.

Sebagai satu-satunya mahasiswa perempuan dari Indonesia, kepergian Zakiah dan restu orangtuanya dianggap sebagai keputusan revolusioner. Tesisnya tentang problema remaja di Indonesia mengantarnya meraih gelar magister pada tahun 1959, setelah setahun sebelumnya mendapat diploma pasca-sarjana dengan spesialisasi pendidikan. Tesis ini mendapat sambutan dari kalangan terpelajar di Kairo waktu itu, sebagai rujukan dan bahan pemberitaan.

Pada saat Zakiah belajar, bidang psikologi tidak banyak ditekuni oleh pelajar Islam. Perkembangan ilmu psikologi didominasi oleh psikoanalisis Sigmund Freud, yang mendudukkan alam tak sadar sebagai faktor penting dalam kepribadian manusia. Zakiah mengenalkan metode non-directive dari Carl Rogers yang baru mulai dirintis dan diperkenalkan oleh universitas. Ia mengajukan disertasi mengenai psikoterapi model non-directive dengan fokus psikoterapi bagi anak-anak bermasalah, hingga usulannya ini mendapat persetujuan pihak universitas.

Sambil membagi waktu menyelesaikan kuliah S-3 di universitas yang sama, ia mulai membuka praktik konsultasi kejiwaan di almamaternya. Ia mengambil kesempatan mengajar bahasa Indonesia di Kairo, menjabat sebagai Kepala Jurusan Bahasa Indonesia di Higher School for Language.

 Dari penghasilan yang diterimanya mengajar bahasa selama tiga tahun, ia dapat membawa kedua orangtuanya ke Mesir selama tujuh bulan dan menunaikan haji di Mekkah. Pada tahun 1964, dengan disertasi tentang perawatan jiwa anak, ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang psikologi dengan spesialisasi psikoterapi dari Universitas Ain Shams. Penelitian disertasinya mendapatkan penghargaan dari Presiden Gamal Abdul Nasir, berupa "Medali Ilmu Pengetahuan" yang diberikan pada upacara Hari Ilmu Pengetahuan Mesir 1965.

 

Baca juga:

Nyai Khoiriyah Hasyim, Tokoh Pendidik dan Pejuang Emansipasi Perempuan di Kalangan Pesantren

 

Karier Zakiah Daradjat di Bidang Psikologi

Setelah menyelesaikan pendidikan doktor di Mesir pada 1964, Zakiah membagi waktu bekerja dan membuka praktik konsultasi psikologi. Beliau pernah dipercaya sebagai Direktur Pendidikan Agama dan Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam. Di sana beliau bertanggung jawab atas kebijakan dan eksistensi lembaga-lembaga pendidikan Islam.

Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 1964, Zakiah merintis karier di Departemen Agama sebagai pegawai Biro Perguruan Tinggi. Beliau juga mengajar sebagai dosen keliling untuk perguruan tinggi agama Islam negeri Indonesia.

Sebagai doktor dalam bidang psikologi, dengan spesialisasi psikoterapi dari Universitas Ain Shams, Zakiah membuka praktik konsultasi psikologi sewaktu bekerja di Departemen Agama. Mulanya, beliau membuka praktik dua kali dalam seminggu. Zakiah Daradjat Psikolog Indonesia.

Pada 1965, beliau memutuskan membuka praktik di rumahnya di Wisma Sejahtera, Jalan Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan. Setiap hari kerja, beliau rata-rata menerima lima pasien. Beliau mengaku, sering tidak menerima bayaran apa-apa. Beliau tidak memungut bayaran, “kalau mereka memberi, saya terima.”

Dalam satu acara dengar pendapat dengan DPR pada 2004, beliau menyoroti banyaknya acara siaran televisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama maupun etika moral masyarakat. Beliau melihat dampak buruk dari siaran televisi. Siaran yang mengandung unsur kekerasan, seks, dan klenik. Menurutnya hal tersebut dapat menumpulkan akal dan logika penontot. Menurutnya lagi, secara psikologi acara siaran televisi membawa pengaruh kuat dalam waktu yang lama terhadap pikiran penontonnya.

Dr. Murni Djamal, MA dalam buku 70 Tahun Prof. Dr. Zakiah Daradjat (1999) mengutarakan, sebagai cendekiawan muslim, Zakiah Daradjat tetap pada pendirian bahwa Al Quran dan Hadis haruslah jadi rujukan pertama dan utama bagi setiap muslim, terutama pada saat seseorang harus memilih antara hasil pemikiran manusia dengan bimbingan Tuhan.

Dalam buku Kesehatan Mental yang sudah mengalami cetak ulang ke-23 sampai tahun 2001, Zakiah Daradjat menulis, “Bahwa yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental pulalah yang menentukan apakah orang akan mempunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif dan tidak bersemangat. Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat menghadapi semua rintangan atau kegagalan dalam hidup dengan tenang dan wajar dan menerima kegagalan itu sebagai suatu pelajaran yang akan membawa sukses nantinya.”

Meninggal Dunia

Zakiah Daradjat meninggal di Jakarta dalam usia 83 tahun pada 15 Januari 2013 sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah disalatkan, jenazahnya dimakamkan di Kompleks UIN Ciputat pada hari yang sama. Menjelang akhir hayatnya, ia masih aktif mengajar, memberikan ceramah, dan membuka konsultasi psikologi. Sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina, Jakarta Selatan pada pertengahan Desember 2012.

Abuddin Nata menyebut Zakiah sebagai seorang pembaru pendidikan Islam pada zamannya. Ia berperan dalam melahirkan SKB Tiga Menteri yang meningkatkan mutu pendidikan Islam serta menjadi peretas jalan intergrasi pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional; lahirnya Madrasah Tsnawiyah Model yang berperan dalam meningkatkan mutu madrasah; keterlibatannya dalam menyelesaikan kasus Ujian Guru Agama yang mengarah pada peningkatan guru agama, serta penyusunan Rencana Induk Pengembangan IAIN untuk jangka waktu 25 tahun.

Semasa hidup, Zakiah Daradjat dikenal sebagai psikolog dan dosen, muballig dan tokoh masyarakat. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat menyebut Zakiah sebagai pelopor psikologi Islam di Indonesia. Sementara itu, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mencatat, Zakiah Daradjat adalah sosok yang bisa diterima dengan baik oleh semua kalangan. Umar menambahkan, sosok Zakiah Daradjat seperti sosok Hamka dalam versi Muslimah.

Karya Buku Zakiah Daradjat dalam bidang Psikolog Indonesia:

-Ilmu Jiwa Agama

-Kesehatan Mental dalam Al-Qur’an

-Ketenangan dan Kebahagiaan dalam Keluarga

-Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia

-Menghadapi Masa Menopause

-Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental

-Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur’an

-Perawatan Jiwa untuk Anak-anak

-Problema Remaja di Indonesia

 

Penghargaan-Penghargaan Yang Diterima Zakiah Daradjat

-Medali Ilmu Pengetahuan Dari Presiden Mesir (Gamal Abdul Naser) atas prestasi yang dicapai dalam studi/penelitian untuk mencapai gelar doktor. Tahun 1965.

-Tanda kehormatan “Order of Kuwait Fourth Class” Dari pemerintah kerajaan Kuwait (Amir Shabah Sahir As-Shabah) atas perayaannya sebagai penerjemah bahasa Arab. Tahun 1977.

-Tanda Kehormatan Bintang “Fourth Class Of The Order Mesir” Dari presiden Mesir (Anwar Sadat) atas perayaannya sebagai penerjemah bahasa Arab. Tahun 1977.

-Penghargaan Presiden RI Soeharto Atas peran dan karya pengabdian dalam usaha membina serta mengembangkan kesejahteraan kehidupan anak Indonesia. Tahun 1988.

-Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya tingkat I Tahun 1990

-Tanda kehormatan Bintang Jasa Utama Sebagai tokoh wanita/Guru Besar fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Tahun 1995.

-Tanda Kehormatan Satya Lancana karya Satya 30 tahun atau lebih Tahun 1996.

-Tanda Kehormatan Bintang Jasa Putera Utama Sebagai Ketua Majelis Ulama Tahun 1999.

 

Baca juga:

Rahmah El Yunusiyyah, Mujahidah dan Pelopor Pendidikan Perempuan Asal Padang


 

Sumber:

Nata, Abuddin (2005). Tokoh-tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Jajat Burhanuddin, ed. (2002). Ulama Perempuan Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Dr. Murni Djamal, MA. (1999). 70 Tahun Prof. Dr. Zakiah Daradjat.

psyline.id, tirto.id, swararahima.com.


Back to Top